19 July 2018

Tiga Pemuda Rembang Bawa Inspirasi ke Belanda

KONFRONTASI-Jika dilihat dari sisi penampilan, tiga pemuda ini memang nampak sederhana dan biasa-biasa saja. Namun siapa sangka, mereka telah menghasilkan karya yang tergolong luar biasa dan telah menjadi inspirasi hingga ke Belanda. 

Titik Lestari, Lasiyatun dan Wahyu Zaenur Roziqin merupakan kaum muda asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kerja keras mereka dalam menghadapi tantangan situasi dan membantu sesama membuat kaum muda itu diundang melawat ke Belanda oleh Plan-Netherlands, LSM yang bergerak di bidang pemberdayaan ekonomi pemuda, demikian ungkap KBRI Den Haag, Sabtu 11 April 2015. 

Titik (21 tahun) adalah seorang aktivis yang membantu mengajar anak anak yang kurang mampu. Selain sebagai guru di SD Kajar 2, Titik aktif mendatangi anak anak usia sekolah yang tidak disekolahkan orang tuanya karena faktor ekonomi.

Titik juga memberikan penyuluhan agar remaja di desanya tidak menikah di usia dini dengan harapan mencapai tingkat hidup yang lebih baik dan bisa berkarya untuk masa depan mereka.

Rekannya, Lasiyatun (24 thn), adalah seorang penggerak usaha anyaman bambu di desa Dadapan. Plan Indonesia menilai kecakapan Lasiyatun dalam mengelola usaha kecil ini dapat memberikan manfaat bagi lingkungannya.

Lasiyatun adalah hasil didikan organisasi tersebut untuk dapat mengelola usaha kecil dengan lebih profesional.

Sedangkan Wahyu dulunya seorang tukang batu. Namun, karena gigih mengikuti pelatihan dari organisasi itu, dia kemudian berhasil alih profesi menjadi seorang pekerja di salah satu mini market di Rembang.

Karena ketekunannya mengikuti pelatihan pemberdayaan di Plan Indonesia, Wahyu berhasil terpilih menjadi salah satu pegawai berprestasi tingkat nasional yang diadakan oleh mini market tersebut.

Lawatan mereka selama 10 hari di Belanda diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain kunjungan ke berbagai instansi di Amsterdam, Leiden, dan Utrech, presentasi ke perusahaan donatur Plan Netherlands. Mereka pun tinggal di keluarga Belanda dan bertamu ke Kedutaan Besar RI di Den Haag.

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Den Haag, Ibnu Wahyutomo, menerima rombongan yang diketuai oleh Lukas Kristian, Project Manager Youth Economic Empowerment Plan Indonesia, bersama staf Plan Netherlands dan pengurus Indonesia Netherands Youth Society  (INYS) di kantor KBRI Den Haag Jumat 10 April 2015.

Dalam anjangsana tersebut, Lukas juga menjelaskan kegiatan Plan Indonesia sebagai organisasi nirlaba yang membantu anak-anak kurang mampu di bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan anak dan pemberdayaan ekonomi pemuda.

Di Indonesia, proyek ini dimulai tahun 1969 dan terus berkembang. Pada tahun 2004 dilakukan di Rembang Jawa Tengah dan pada tahun 2015 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sedangkan program yang dibawa ke Belanda sekarang ini bertajuk “The Road to Happiness”, yang diberikan kepada anak didik Plan Indonesia yang dinilai berprestasi.

Selama bertemu dengan KUAI KBRI Den Haag, para pemuda berprestasi itu menceritakan pengalamannya selama kunjungan di Belanda. "Salah satunya adalah kesempatan untuk berkenalan dengan generasi muda Belanda yang tegabung dalam INYS dan Plan Netherlands," kata Azis Nurwahyudi, Minister Counsellor Penerangan, Sosial dan Budaya di KBRI Den Haag.

Kaum muda Indonesia dan Belanda itu, ungkap Azis, berkeinginan untuk terus menjalin kemitraan. Pada bulan Mei nanti Aafke van der Heide dan Arsjaad Imami dari Plan Netherlands akan melakukan kunjungan balasan ke Rembang.

Ibnu berpesan kepada mereka untuk terus meningkatan kemampuan dan pengetahuan dalam menghadapi persaingan yang lebih ketat. Pengelola program ini juga disarankan untuk melibatkan pemerintah daerah setempat.

"KBRI Den Haag juga siap membantu kegiatan yang dinilai positif ini," kata Ibnu.  [mr/viva]

Category: 
Loading...