12 November 2019

Simak Nih Tips Sukses Bisnis Makanan dan Minuman

KONFRONTASI-Membangun bisnis di dunia Food and Beverage (F&B) tidaklah mudah. Dibututuhkan ketekunan dan kesungguhan agar bisnis tersebut menjadi sukses. Chief Empowerment Officer (CEO) Accelerice, Charlotte Kowara membeberkan tipsnya.

Menurut Charlotte, sebelum terjun langsung ke bisnis F&B, sangat diwajibkan untuk mengerti keadaan pasarnya terlebih dahulu dahulu. "Kepada siapa mereka akan menjual produknya," ujar Charlotte kepada CNBC Indonesia, pekan lalu.

Selanjutnya, harus mengerti prosesnya dari hulu ke hilir, yang setiap tahapnya itu dipikirkan secara matang. "Misalnya akan dapat bahan-bahan dari mana, prosesnya seperti apa, produksinya dimana, bagaimana bungkusannya," lanjutnya.

Jika terasa agak rumit, Charlotte memberikan opsi lain seperti membuka waralaba yang semua aspek sudah ada dan hanya perlu dijalankan dengan baik.

"Yang terakhir, harus mencoba lebih unik dan original. Karena kalau semuanya sama, di akhir orang akan memilih berdasarkan harga atau lokasi restorannya yang mudah dicari dan rasanya. Gak perlu FOMO (Fear of Missing Out), yang penting produknya punya nilai yang berbeda dari orang lain," cetus Charlotte.

Hal ini bukan hanya perbedaan variasi, tetapi lebih ke arah dimana mereka mengerti apa yang mau mereka berikan kepada konsumen. Contohnya, memberikan menu makanan sehat yang rasanya enak dan tidak hambar.

"Tapi perlu diingat juga, masing-masing bagian dari bisnis memainkan peranan penting. Jadi semuanya harus dilakukan secara seimbang. Jadi enggak ada bagian yang lebih penting atau tidak penting. Jadi gak hanya soal produk, tapi juga bagaimana mereka menjalankan marketingnya sih," imbuhnya.

Belajar dari para pebisnis zaman dulu dan sekarang, menurut Charlotte, mereka bisa bertahan lama karena konsistensi dalam menkontrol kualitas produk mereka. Rasa produk mereka stabil, dan mereka juga sudah bertemu dengan pasar yang menerima rasa yang mereka tawarkan. 

Ke depannya prediksi bisnis di Indonesia juga akan berkembang. Charlotte mengatakan kini pasar Indonesia sekarang lebih perduli dengan kecepatan teknis dalam pembelian (grab and go), dan juga lebih ke makanan yang secara produk sudah terbiasa didengar, tapi diberikan elemen kreatif.

"Contohnya, boba itu sudah ada sejak 8 tahun lalu di Indonesia. Tapi karena adanya care quality. Mulai lebih hype karena dari sisi aplikasinya, apa yang bisa mereka lakukan dengan produl tersebut. Sekarang ada roti panggang dengan topping boba, bahkan ada mie instan dan sushi dengan topping boba," imbuhnya.

Selain itu, trend yang akan datang juga akan ada konsumen yang mementingkan nutrisi yang ia makan. "Bisa healthy food tapi bukan yang kayak raw salad gitu. Mungkin menu lama yang bisa ditambahkan varian baru. Misalnya salad dengan daging ayam, atau ikan dan lain-lain," tutupnya.(mr/cnbc)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...