3 April 2020

Presiden: Kembangkan Jiwa Enterpreneur dan Jangan Takut Memulai Wirausaha

KONFRONTASI - Presiden Joko Widodo menantang anak-anak muda untuk segera terjun dalam dunia wirausaha. Presiden juga meminta agar anak-anak muda tak banyak berpikir saat terjun pada dunia usaha.

"Negara‎ kita negara besar, pasar sangat besar, peluang juga sangat besar. Orang luar lihat bahwa pasar kita harus diserang dan diduduki. Saya katakan dalam ruangan ini, jangan mau pasar kita diduduki oleh entrepreuner dari negara lain," kata Presiden saat memberi sambutan dalam acara Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) 2015 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (12/3).‬

Jokowi meminta anak-anak muda yang mau masuk ke dunia usaha jangan terlalu banyak berpikir. "Masuklah dulu. Kalau jatuh bagaimana? Ya, jatuh, bangkit lagi. Jangan ada rasa takur untuk usaha," jelasnya.

Presiden mengingatkan anak-anak muda untuk berani keluar dari zona nyaman. Menurutnya, zona nyaman hanya akan membuat mereka takut mengambil risiko. Kepala Negara mencontohkan kesuksesan Mark Zuckerberg, pemilik Facebook, yang saat ini asetnya sudah mencapai puluhan triliun rupiah.

Presiden memperkirakan bisnis perdagangan online akan berkibar dengan keuntungan mencapai puluhan triliun, seperti e-Bay, Alibaba, ataupun bisnis online besar lainnya.

Kepala Negara kemudian menyampaikan rasa bangganya kepada sejumlah pengusaha muda di Indonesia seperti Hendri Setiyono (pemilik usaha Kebab), Elang Gumilang (properti) dan Mita (pencipta pembangkit listrik tenaga ombak).

Jokowi bahkan terkesan dengan bisnis Mita yang memanfaatkan ombak untuk menciptakan listrik. "Mita ini pandai memanfaatkan peluang," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Presiden kemudian berjanji akan menggelontorkan modal masing-masing sebesar 100 juta rupiah bagi lima orang usahawan muda. "Saya berikan tambahan modal 100 juta per orang," ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan.

Dibarengi Pemerataan

Menteri Usaha Kecil dan Menengah Puspa Yoga mengatakan jumlah wirausaha di Indonesia hanya 1,56 persen dari total penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 200 juta jiwa. Bandingkan dengan Singapura (7 persen), Malaysia (5 persen), dan Thailand (4 persen).

"Gerakan kewirausahaan nasional ini sebagai langkah mencapai wirausaha minimal 2 persen dari jumlah penduduk," kata Puspa.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus dibarengi dengan pemerataan kesejahteraan.

"Maka menaikkan jumlah pelaku usaha menjadi kebijakan karena pelaku usaha kita 98 persennya adalah UKM, baik yang berjalan sendiri maupun tergabung dalam wadah koperasi," jelasnya.

Untuk memudahkan masyarakat menjadi pelaku usaha, Menteri UKM meminta Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perdagangan untuk memudahkan izin usaha mikro dan kecil.

"Cukup dikeluarkan oleh camat dan tidak dipungut biaya," jelasnya.

Sementara Direktur Utama Bank Mandiri Budi G Sadikin juga mengemukakan, upaya menjadi wirausaha harus terus ditumbuhkan karena mampu menyerap tenaga kerja. Setiap tahun ada sekitar 2 juta tenaga baru, tetapi yang terserap baru 800.000 tenaga kerja.

Perbankan berkepentingan dengan wirausaha karena bank diuntungkan dengan banyak nasabah tabungan dan kredit. Selama ini, nasabah yang paling banyak menabung dan meminjam berasal dari kalangan pengusaha.

Bank Mandiri menggelar WMM sejak 2007, sedangkan Kementerian Koperasi dan UKM menggerakkan kewirausahaan nasional sejak 2011. Sejak 2007 hingga kini, program WMM telah merangkul 40.000 peserta dari 50 perguruan tinggi.(Juft/KJ)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...