16 July 2018

Perempuan Ini Tak Lulus SMA, Jadi Usahawati Terkaya di Dunia

NEW YORK, KOMPAS.com - Pendiri perusahaan teknologi layanan kesehatan Theranos Elizabeth Holmes (33) pernah menjadi wanita terkaya di dunia, yang memperoleh kekayaan dengan usahanya sendiri.

Kekayaan Holmes menurut Forbes mencapai 4,5 miliar dollar AS. Namun, karena permasalahan terkait sengketa, Theranos hancur dan kini kantor pusatnya di Palo Alto, California disewakan.

Kekayaan Holmes pun merosot tajam, yang kabarnya nyaris habis. Lalu, siapa saat ini yang menyandang gelar wanita terkaya di dunia dengan usahanya sendiri?

Mengutip Time, Minggu (30/7/2017), gelar tersebut saat ini disandang oleh Zhou Qunfei (47), pendiri dan CEO Lens Technology.

Perusahaan ini adalah produsen layar untuk ponsel pintar iPhone. Lens Technology melantai di bursa saham pada tahun 2015 silam, yang membuat Zhou menjadi sangat kaya.

Harta kekayaan Zhou diestimastikan mencapai sekitar 9 miliar dollar AS.

Dengan jumlah kekayaannya tersebut, Zhou tidak hanya menyandang gelar miliarder wanita yang memperoleh kekayaannya dengan jerih payah sendiri, namun juga merupakan wanita terkaya di dunia yang menaiki tangga kekayaan dengan usahanya sendiri.

"Ia barangkali adalah wanita terkaya di dunia yang paling sukses dengan usahanya sendiri. Ia adalah sesorang yang tak diketahui dunia hingga tahun lalu dan kisahnya fenomenal," kata Rupert Hoogewerf, editor situs pelacak kekayaan warga China, Hurun.

Menurut Hurun, Zhou adalah yang terkaya di jajaran wanita terkaya di China yang memperoleh kekayaan dengan usahanya sendiri. Miliarder wanita adalah produk komitmen pemerintah China terkait kesetaran gender.

"Pemerintah China mengizinkan wanita untuk maju setelah kapitalisme berkembang," ungkap Huang Yasheng, profesor dan pakar kewirausahaan China di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Zhou dibesarkan di kawasan pertanian dan keluar dari SMA pada usia 16 tahun untuk bekerja di pabrik lensa jam tangan.

Ia tumbuh dewasa pada era liberalisasi di China. Dengan hanya bermodalkan beberapa ribu dollar AS, Zhou mendirikan perusahaan lensa jam tangannya sendiri. Saat itu usianya baru mencapai 22 tahun.

"Pada periode pesatnya pertumbuhan ekonomi China, ada banyak kesempatan bagi para wirausahawan, termasuk wanita. Saya bisa mengembangkan bisnis saya," tutur Zhou.

Bisnis Zhou tumbuh melambat namun tetap stabil selama sekira satu dekade. Suatu hari pada tahun 2003, Zhou mendapat panggilan telepon dari Motorola yang tengah berusaha mengembangkan layar tahan gesekan untuk ponsel Razr V3 terbaru kala itu.

"Saya dapat panggilan ini, mereka katakan, 'cukup katakan ya atau tidak, kalau jawabannya adalah ya, kami akan bantu Anda menjalankan prosesnya.' Akhirnya saya menjawab ya," kenang Zhou.

Saat ini, pelanggan Lens Technology di antaranya adalah HTC, Nokia, dan Samsung. Pada tahun 2007, untuk pertama kalinya Apple mencatat pesanan kepada Zhou untuk iPhone terbarunya.

Saat ini, Lens Technology memiliki 32 pabrik di 7 lokasi berbeda dan 90.000 pegawai. Zhou sendiri telah menikah dan memiliki dua orang anak. Zhou bekerja 18 jam setiap hari.

Times mendeskripsikan Zhou sebagai orang yang sangat memperhatikan detail, yang menurutnya sifat ini muncul lantaran kehidupan masa lalunya yang miskin dan dengan ayah yang setengah buta.

Semua barang yang ada di rumah keluarga Zhou kala itu harus ditata dengan sangat rapi agar sang ayah tidak tersandung atau terluka, kenang Zhou. 

Tags: 
Category: 
Loading...