23 August 2019

Menyulap Kulit Kayu Jadi Ladang Penghasilan

KONFRONTASI-Bagi sebagian orang kulit kayu hanya barang biasa. Tapi, di tangan Olis Setiawan bisa menjadi barang bernilai tinggi.

Kulit tersebut bisa menjadi beragam produk dari tas, jam tangan, hingga perabot rumah tangga. Omzetnya pun bisa dikatakan lumayan, sampai Rp 10 juta per bulan.

Olis bercerita, dirinya tak serta-merta masuk ke bisnis ini. Mulanya, ia menjalani profesi sebagai pengajar di sebuah lembaga bimbingan belajar atau bimbel. Profesi itu dijalani oleh pria asal Bandung ini selama 4 tahun.

Baru pada tahun 2015, Olis banting setir ke bisnis kerajinan ini. Alasannya, ingin menciptakan lapangan pekerjaan.

"Alasannya karena salah satu cita-cita saya memiliki usaha sendiri dan menciptakan lapangan pekerjaan," katanya dilansir detik.com, Rabu (20/3) lalu.

Olis memilih kulit kayu setelah melakoni sejumlah eksperimen. Di awal, ia mengolah bambu dan ranting untuk dijadikan miniatur rumah pohon. Kemudian, ia ingin menciptakan hal baru yakni menggunakan limbah kayu.

Tas menjadi produk pertama yang ia kembangkan. Sementara, bahan bakunya Olis ambil dari Sumedang. Untuk modal awal, ia mengaku tak ingat persis.

Olis melanjutkan, dalam bisnis ini bukan berarti tanpa tantangan. Apalagi, ia masih minim pengalaman untuk mengolah limbah kayu menjadi sebuah produk. Ia tak menyerah dan terus melakukan percobaan sampai berhasil.

"Banyak sekali kesulitan yang saya dapat karena sebelumnya sama sekali, belum tahu harus seperti apa mengolah kulit kayu untuk sebuah bahan dasar pembuatan produk. Tapi, itu menjadi tantangan untuk saya yang harus saya selesai," paparnya.

Singkat cerita, bisnis dengan nama Kreatif Kulit Kayu itu pun berkembang. Tak hanya tas, produk yang dihasilkan berupa miniatur, aksesoris dan lain-lain.

Khusus tas dan jam tangan, Olis bandrol dengan harga mulai dari Rp 200 ribu per itemnya.

"Saat ini produk yang selalu saya buat di luar custom order itu jam tangan sama tas. Jam tangan saya bandrol mulai dari Rp 200 ribu dan tas pun sama saya bandrol mulai dari Rp 200 ribu," ungkapnya.

Omzet dari jualan produk hasil olahan limbah ini terbilang lumayan, meski hanya dipasarkan lewat online di Instagram @kreasikulitkayu.

"Untuk omzet itu kalau lagi jelek bisa sampai ratusan ribu tapi kalau lagi bagusnya itu bisa sampai di atas Rp 10 juta per bulan," tambahnya.

Bagi Olis, menjalankan bisnis itu sederhana. Untuk bisa bersaing terpenting ialah berpikir untuk membuat sesuatu yang berbeda walaupun bahan bakunya sama.[mr/dtk]

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...