24 June 2018

Menikmati Kesegaran Bisnis Teh Aneka Rasa

Konfrontasi - Selama ini, racikan teh menjadi aneka minuman yang populer di masyarakat. Seperti yang ditawarkan gerai teh asal Taiwan, Share Tea. Share Tea menawarkan tak kurang dari 50 jenis minuman teh segar aneka rasa. Antara lain, milk tea, brewed tea, fresh milk, rock salt and cheese, atau fruit tea. Ada pula yakult, smoothies, dan es krim yang juga mengandung teh.

"Minuman yang paling laris adalah varian QQ Happy Family Milk Tea yang terbuat dari cincau, puding, kacang merah, dan pearl milk," kata Eddy Laimon, Businness Development Share Tea.

Untuk di luar Jawa sendiri, varian yang paling banyak peminatnya adalah Classic Pearl Milktea dan Avocado Pearl Milktea. Waralaba gerai teh asal Taiwan ini resmi membuka outlet perdana di ground floor Plaza Semanggi, Jakarta pada 2012 silam.

Selanjutnya pada November 2013, PT Prime Restaurant Indonesia selaku pemegang resmi lisensi Share Tea, resmi menawarkan waralaba Share Tea. Eddy menyampaikan, saat ini total gerai Share Tea ada 60. Perinciannya, gerai milik sendiri ada 20 gerai dan sisanya milik mitra yang tersebar di berbagai daerah.

Selain minuman, Share Tea juga menyajikan berbagai hidangan dessert dan kudapan, seperti popcorn delight, season delight, dan money bag. Aneka minuman dan makanan di Share Tea dihargai Rp 17.000-Rp 25.000.

Dalam waralaba ini, Share Tea mematok biaya investasi sebesar Rp 850 juta untuk paket food beverage dengan luas tempat minimal 42 meter persegi (m²). Berikutnya adalah paket beverage senilai Rp 600 juta dengan luas tempat 20 m².

Masing-masing paket mendapat fasilitas chiller, blender, aluminium kitchen set, mesin cup sealer, pelatihan karyawan, desain interior, hingga ke tahap pembukaan gerai. "Semuanya kami yang urus, " kata Eddy. Khusus paket food beverage akan mendapat booth dengan jumlah perlengkapan lebih banyak dibandingkan paket beverage.

Kemitraan ini berlangsung selama lima tahun. Jika kontrak sudah habis, mitra yang mau memperpanjang kontrak harus membayar franchise fee sebesar Rp 220 juta untuk paket food beverage dan Rp 110 juta untuk paket beverage.

Eddy menyampaikan, rata-rata gerai mampu menjual minimal 200 gelas per hari. Dengan penjualan itu, estimasi omzet bisa mencapai Rp 150 juta per bulan. Ada pun laba bersihnya sekitar 30%-35%. Mitra bisa balik modal dalam dua tahun.

Pengamat waralaba Anang Sukandar mengatakan, minuman sejenis milktea masih dikategorikan sebagai minuman musiman. Calon mitra harus hati-hati karena tren minuman ini bisa hilang begitu saja ketika tak lagi menjadi tren.

Baik pihak franchisor dan mitra harus selalu berinovasi jika ingin mempertahankan pasar. Anang mencontohkan, merek minuman Quickly yang dulu pernah tren dan sekarang sudah menurun peminatnya. Khusus paket investasi Share Tea, Anang menilai terlalu mahal. "Idealnya Rp 500 juta," ujarnya. (kntn)

Category: 
Loading...