19 April 2019

Menengok Alumni Program Habibie di Eropa

BRUSSELS- Di Eropa ada beberapa alumni program Prof BJ Habibie yang bertebaran, diaspora dan bisa kita temui. Mereka tidak pulang  ke Tanah Air karena nasib telah mempertaruhkan mereka untuk bekerja di Eropa  setelah terjadi krisis ekonomi 1998 dan jatuhnya Orde Baru Pak Harto.

Di Belanda ada Ir Hermansyah MSc yang lulus dari Fakultas Teknik Delft, Belanda. Ada juga Aji Purwanto PhD  yang sempat di ITB lalu lulus di  Prancis dan Netta Amalia (45), wanita berhijab asal Bandung, lulusan  ITS Surabaya dan training Aeronatika di Inggris.

Hermansyah

Hermansyah menuturkan pergulatannya di Eropa bersama rekan-rekannya sesama insinyur kader Prof Habibie adalah bagian dari perjuangan hidupnya di rantauan untuk survive. ‘’Saya bekerja di Belanda sudah cukup lama. Saya ingin industry dirgantara Pak Habibie dikembangkan dan diteruskan oleh pemerintah/masyarakat, karena itu industri strategis yang bisa mendorong anak-anak bangsa mengembangkan keahliannya di bidang pesawat terbang,’’ kata Hermansyah beberapa waktu lalu.

Aji Purwanto memilih tinggal di Belgia, dan bersama keluarga membangun masa depan di sana, sambil tetap mengikuti perkembangan aeronatika di Indonesia. Di Eropa terbentuk jejaring Indonesia Integrated di Belgia dimana salah satu pengelolanya adalah Aji Purwanto, PhD.

Lewat Indonesia Integrated, kata Aji, banyak kemampuan profesional Indonesia yang bisa diintegrasikan secara langsung atau melalui perusahaan/organisasi tempat mereka bekerja.

”Misalnya, geotermal kita butuh sistem gas turbin, itu bisa di desain dan prototipenya di sini, lantas blueprint dibuat di Indonesia,” kata Aji

Ada juga Prio Adhi Setiawan yang bekerja sebagai insinyur aeronatik industri pesawat di Hamburg Jerman. Ia banyak merancang soal batas toleransi kerusakan dan kepenatan bagian-bagian pesawat.Master lulusan Technical University Munich (TUM)  Munich, Jerman ini juga terlibat langsung dalam rancang bangun dan pengembangan sejumlah tipe pesawat Airbus seperti Single Aisle (A319/A320/A321), Long Range (A340 family, A330 MRTT), new Airbus A/C (A350-900/1000, A320 neo, A380) and military aircraft (A400M).

Lantas, Netta Amalia juga menjadi seorang perempuan yang bergulat di dunia aeronatika di Eropa, di Airbus, Bristol Inggris. Dia tampak tenggelam di antara jajaran pria asing bertubuh menjulang di sekelilingnya. Tetapi, jangan pandang dari fisiknya, sebab dirinyalah otak di balik kekuatan struktur sayap Airbus, pesawat berbadan besar rakitan Inggris itu.

Hasil gambar untuk Netta Amalia

Dia memimpin para insinyur yang kesemuanya adalah pria, dan bekerja di dunia profesi yang cukup maskulin, membawa banyak warna dan makna dalam kehidupan alumnus IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) ini. Dari Bristol, Inggris, ia  menorehkan sejarahnya sebagai teknolog wanita. (herdi sahrasad, dosen univ.Paramadina))

Netta  dan foto bawah Aji Purwanto bersama kel Bang Siregar/Mbak Rahma dan penulis di Brussels

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...