21 November 2017

Memperbaiki Bisnis Lewat Falsafah Kaizen

KONFRONTASI-Ada pendapat yang mengatakan, ketika kita tidak bergerak atau statis maka sebenarnya kita berada dalam kemunduran.

Kaizen, istilah dalam bahasa Jepang yang bermakna perbaikan berkesinambungan dan berpandangan bahwa hidup hendaknya fokus pada upaya perbaikan terus-menerus. 
 
Sasaran utama dari Kaizen adalah menghilangkan muda (pemborosan), mura (tidak teratur) dan muri (berlebihan) yang tidak memberikan nilai tambah produk dan jasa dari perspektif konsumen.
 
Pada perusahaan, kaizen mencakup pengertian perbaikan berkesinambungan yang melibatkan seluruh pekerjanya, mulai dari manajemen tingkat atas sampai manajemen tingkat bawah.
 
Salah satu perusahaan di Indonesia yang telah mengimplementasikan kaizen dalam proses bisnisnya adalah Toyota Indonesia, yang bermarkas di Jepang.
 
"Bagi Toyota, kaizen adalah nilai di dalam pergerakan bisnis dengan semua elemen di dalamnya," kata Director of Corporate and External Affairs Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), I Made Dana Tangkas, saat dihubungi dari Jakarta, Jumat.
 
Menurut Made, setelah menjadi perusahaan Global, Toyota merumuskan Toyota Way pada 2001, yang mengadopsi falsafah dari kaizen untuk menjalankan proses bisnisnya.
 
"Elemen-elemen termasuk SDM, teknologi, permesinan perubahan energi, hingga pengimplementasian energi yang ramah lingkungan mengikuti falsafah kaizen." ujar Made.
 
Sementara itu, Toyota Astra Motor (TAM) yang menerapkan kaizen sejak 2003 merasa permasalahan yang terjadi menjadi cepat selesai dengan pengaplikasian kaizen.
 
"Kaizen itu DNA nya Toyota. Kalau di TAM, kami lebih banyak mengimplementasikan kaizen saat bertemu pelanggan," ujar Deputy Director Customer First TAM Widyawati Soedigdo.
 
Dengan kaizen. lanjut Widyawati, Prosedur Standar Operasional akan lebih mudah dijalankan karena dibuat bukan sekedar teori.
 
Menurut Toyota Way, orang Jepang memiliki filosofi yang didasarkan pada pemikiran bahwa perbaikan terus-menerus meningkatkan produktivitas pekerja.
 
Sumber daya manusia merupakan faktor utama dalam proses Kaizen, dengan keyakinan bahwa sangat penting untuk mendorong dan mendukung pekerja dengan memuji partisipasi mereka dalam Kaizen.
 
Manfaat dari sistem Kaizen antara lain, perbaikan kualitas produk, yakni sumber daya disatukan bersama dan tim kerja yang dibuat lebih kuat, didirikan atau dibangun kembali untuk menyelesaikan masalah.
 
Hasilnya terlihat ketika kualitas produksi membaik, prosedur baru yang diterapkan dan tugas pekerjaan yang efisien, sehingga membuat manajemen waktu lebih ramping.
 
Selanjutnya, kerjasama tim akan meningkat, di mana semangat dan kepercayaan dari tim timbul untuk memperbaiki masalah-masalah yang harus diselesaikan.
 
Dengan demikian, karyawan mulai melihat pekerjaan mereka dalam cahaya yang baru dan melanjutkan untuk melakukan pekerjaan mereka dengan perspektif baru.
 
Kaizen juga membuat pemanfaatan sumber daya secara maksimal serta memecahkan masalah dengan lebih cepat, yang dilakukan ketika masalah langsung dihadapi bersama.
 
Sistem Kaizen memegang keyakinan bahwa pemecahan masalah setelah menemukan akar masalah akan lebih cepat daripada cara-cara tradisional pertemuan yang panjang dalam rapat.
 
Toyota Way menuliskan bahwa hal yang penting dari Kaizen adalah komunikasi, kerjasama tim dan membuang prasangka buruk untuk ide perbaikan.[mr/ant]
Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...