16 June 2019

KEIN Usulkan Jumlah Entrepreneur 5% dari Populasi

KONFRONTASI -  Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) mengusulkan pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar meningkatkan jumlah entrepreneur hingga 5% dari populasi penduduk Indonesia. Peningkatan jumlahnya ini karena mengikuti tren pertumbuhan entrepreneur di berbagai negara di dunia. 

"Dulu batasannya minimal 2% dan lalu berubah menjadi 3%. Sekarang seharusnya batasan dinaikkan lagi minimal sebesar 5%," kata Ketua KEIN Soetrisno Bachir, Usai berceramah di kalangan generasi milenial yang masih menjadi pelajar di SMK Muhammadiyah Lemah abang dan Universitas Muhammadiyah, Cirebon dalam keterangan tertulis, Minggu (17/3/2019).

Pertimbangan batasan minimal karena sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, China, Amerika Serikat, dan Eropa sudah memiliki entrepreneur lebih dari 5%. Mereka bergerak di berbagai bidang usaha, terutama ekonomi kreatif.
Ia menerangkan, Presiden Jokowi menyambut positif peningkatan jumlah entrepreneur ini. Bahkan Presiden mengarahkannya agar segera dirumuskan pelaksanaannya.

KEIN mengusulkan jiwa entrepreneur ditumbuhkan sejak sekolah menengah dan perguruan tinggi. Pelajar dan mahasiswa adalah generasi milenial yang memiliki semangat besar untuk menjadi entrepreneur.

Sebenarnya, kelahiran entrepreneur baru di berbagai daerah sudah tampak. Sejumlah entrepreneur tumbuh mulai skala mikro dan kecil, tetapi ada juga yang langsung kelompok usaha menengah.

Namun demikian, semangat entrepreneur belum menyebar secara merata, masih terbatas pada kota-kota besar. Karena itu, perlu dilakukan penyebaran semangat ini melalui berbagai forum secara merata hingga perdesaan.

"Saya sudah keliling Indonesia. Infrastruktur sudah dibangun. Ini bagus untuk mendorong daerah melahirkan entrepreneur," kata Soetrisno.

Kehadiran entrepreneur ini akan membuka lapangan kerja di berbagai daerah. Dengan begitu, kata Soetrisno, akan tercipta pemerataan distribusi pendapatan dan peningkatan kesejahteraan di berbagai daerah.

Ia melanjutkan, visi Jokowi melahirkan atau menciptakan entrepreneur dalam lima tahun ke depan suatu keniscayaan. Ini perlu dukungan generasi milenial sehingga visinya itu dapat direalisasikan. (Juft/Detik)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...