7 December 2019

Holland Writing Competition 2015: Ini Pemenangnya yang Bakal Terbang studi ke Belanda

Liburan sambil belajar di Negeri Kincir Angin bukanlah hal yang mustahil. Tahun ini, mereka yang berprestasi di "Holland Writing Competition 2015" punya kesempatan mewujudkan mimpi itu untuk mengikuti summer school di dua perguruan tinggi di Belanda.

"Holland Writing Competition mendorong para peserta untuk menulis segala hal tentang Belanda. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menghasilkan karya tulisan yang penuh inspiratif dan ide-ide segar, kreatif dan inovatif," ujar Direktur Nuffic Neso Indonesia, Mervin Bakker, pada acara pengumuman pemenang Holland Writing Competion 2015 di kantor Nuffic Neso Jakarta, Jumat (29/5/2015).

Tahun ini tema kompetisi penulisan tersebut mengangkat tema inovasi Belanda dengan menggunakan satu dari empat sudut pandang yang ditawarkan, yaitu air, api, udara, dan tanah. Berlangsung sejak 20 Maret 2015 hingga 27 April 2015, kompetisi tersebut berhasil mengumpulkan sebanyak 765 artikel.

Seluruh artikel tersebut kemudian diseleksi menjadi 40 artikel. Para juri yang terdiri dari para penulis buku NvO dan staf Nuffic Neso Indonesia kemudian menilai kembali untuk memilih pemenang favorit dan pemenang utama.

"Kami senang dan bangga melihat para peserta mampu menghasilkan tulisan yang inovatif, informatif, serta menghibur. Semoga kedua peserta yang berhasil menjadi pemenang mendapatkan ilmu dan pengalaman baru untuk mengikuti summer school di Belanda nanti," ujar juri dan penulis buku NvO, Annisa Rijadi.

Berdasarkan hasil seleksi juri terhadap 40 artikel finalis, juara satu dimenangkan oleh Dianita Rizkiani dari Cirebon dengan judul artikel Drone Ambulance, satu kreasi unik yang dirancang seorang penemu di Belanda, Alec Momont. Atas prestasinya itu Dianita berkesempatan mengikuti summer course di Utrecht Summer School selama empat minggu.

Sementara itu, peserta yang berhasil menjadi pemenang kedua adalah Taufik Fitriyanto dari Boyolali dengan judul artikel Meat and Seat. Atas kemenangannya itu Taufik mendapat kesempatan mengikuti summer course di Amsterdam Summer School selama dua minggu.

Selain juara satu dan kedua, kompetisi tersebut juga memberikan apresiasi untuk peserta yang meraih juara tiga dan empat. Mereka mendapatkan hadiah smartphone dan buku NvO. Pemenang juara ketiga diraih oleh Noval Kuniardi dari Jakarta dengan judul artikel The Ocean Clean Up: From Holland to the World Ocean danjuara keempat dimenangkan Rosalina Dewi Novitasari berjudul Bukan Sponge Bob Squre Pants, Tapi Sponge Park Water Square.

Adapun enam artikel lainnya mendapatkan penghargaan sebagai pemenang favorit karena memiliki cerita menarik dan penuh inspiratif. Keenam artikel terfavorit pilihan juri itu adalah Superman Fun Oranje, Komunikasi dalam Berkendara Mobilitas Cerdas, Ngecas Hp Pake Baju di Belanda Emang Bisa, Si Aspal Pemakan Polusi, Surat untuk Bupati Bondowoso, serta Robert the Flaying Sappert.

"Sejak awal saya tidak terlalu yakin akan menang karena saya mengirim naskah itu dua hari sebelum pendaftaran ditutup. Tentu senang mendapatkan kesempatan mengikuti summer school ke Belanda, karena ini bisa jadi motivasi untuk melanjutkan pendidikan S2 di sana," ujar Dianita Rizkiani, pemenang pertama Holland Writing Competition 2015.(KCM)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...