15 August 2018

Hebatnya Eksportir Ganteng Berusia 20 Tahun Ini !

Di usianya yang baru 20 tahun, tidak membuatnya berleha-leha atau bersenang-senang seperti kebanyakan pemuda lainnya. Ia justru begitu sibuk dengan bisnis yang tengah dirintisnya. Baginya masa muda adalah penentu kesuksesan dimasa tuanya. Itulah mengapa ia begitu produktif memanfaatkan masa mudanya. Selain itu, kemunduran ekonomi kedua orang tuanya juga mendorong pemuda ini untuk kembali mengangkat perekonomian keluarganya.

“Sebenarnya saya pernah bekerja disebuah perusahaan jasa keuangan, EO, dan yang terakhir adalah MLM. Dari sana saya tahu bahwa menjadi pegawai tidak membuat saya berkembang. Kalau saya ingin mengembalikan kejayaan keluarga saya, dan saya memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat. Maka, satu-satunya cara adalah membuka bisnis. Apapun itu!” tuturnya mengenang motifnya berbisnis.

Awalnya, pemuda kelahiran Ketapang Kalimantan Barat ini membuka bisnis pertamanya di dunia maya, yaitu “Bookanstore.” Sebuah toko on line yang menjual berbagai jenis pakaian. Menurutnya peminat paling banyak adalah Kaos Bola. Permintaan membludak ketika musim pertandingan sepak bola dunia tengah berlangsung. Dan berlahan menurun seiring usainya pertandingan bertaraf internasional itu.

Ternyata, konsumennya ada yang dari Luar Negeri. Saat itu ada konsumen dari Hongkong yang memesan bajunya dalam jumlah yang sangat banyak. Dari situlah Lian, begitu panggilan akrabnya, mulai melirik pasar Luar Negeri. Apalagi jumlah ekportir di Indonesia menurut data terbaru hanya sekitar 11.000 dari total perusahaan maupun perorangan. Sebuah jumlah yang sangat-sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini. Ia tahu bahwa keuntungan yang diperolehnya puluhan kali lipat dibanding pasar lokal. Iapun akhirnya memutuskan untuk memfokuskan bisnisnya ke Pasar Internasional. Ia mulai melebarkan sayap eksport barang ke Taiwan dan Korea.

Setelah sukses eksport di bidang pakaian, ia mulai merambah pada bidang Rempah-rempah. Menurutnya rempah-rempah memiliki pasar yang lebih stabil dibandingkan dengan pakaian, khususnya kaos bola yang digandrungi oleh para pecinta bola. Rempah-rempah merupakan bahan pokok yang sudah pasti dibutuhkan setiap hari, berbeda dengan pakaian yang bisa jadi hanya dibeli sebulan sekali.

“Indonesia itu merupakan penghasil rempah-rempah yang sangat besar. Dari zaman dahulu banyak Negara-negara asing yang mengimport rempah-rempah dari Negara kita. Saya rasa, peluang disana masih terbuka lebar. Apalagi kalau kita tahu, harga rempah-rempah di luar negeri itu sangat tinggi. Oleh karena itu saya berencana untuk menjadi eksportir rempah-rempah bersama rekan saya. Saya optimis ini akan berhasil,” jelasnya.

Ia sudah mulai membangun jaringan untuk mewujudkan mimpinya. Ia memperluas pergaulannya dengan para pebisnis lainnya, ia juga rajin mencari informasi seputar perdagangan rempah-rempah mulai dari mencari literature dari berbagai media sampai dengan mengikuti seminar, berbagai komunitas juga diikutinya . Menurutnya komunitas adalah media belajar dan bersinergi yang dahsyat. Ia juga merupakan sarana yang bisa menularkan virus motivasi untuk terus berkembang.  Persaingan sehat juga merupakan vitamin yang membuatnya tetap semangat.

Kendala

Tidak dapat dipungkiri bahwasanya dalam setiap bisnis pasti ada banyak masalah dan rintangan yang harus diseleseikan. Begitu juga dengan bisnis yang ditekuni oleh Lian. Kadang kalau lagi sepi order, pemuda alumni sekolah bisnis UmarUsman Dompet Dhuafa ini harus bergadang menarik pelanggan. Ia menggenjot promosi dengan berbagai tekhnik internet marketing. Ilmu internet marketing yang dipelajarinya dibangku kuliah ternyata sangat membantu bisnisnya.

“Saya tidak perlu susah-susah mencari orang lain untuk menjadi marketer on line. Untuk sementara saya sendiri mampu menghandlenya. Tapi, untuk jangka panjang, tentunya saya juga akan merekrut internet marketer tetap,” tuturnya.

Saat ditanya apa pernah ada complain dari konsumen. Lian menuturkan kalau kebanyakan konsumen merasa puas dengan layanan yang ia berikan.

“Saya sering meminta testimony dari konsumen, ya Alhamdulillah kalo dari segi pelayanan, semua responnya bagus. Puaslah,” akunya berbangga diri.

Beberapa kali Lian juga merasa kesulitan mencari ekspedisi yang sesuai dengan targetnya yaitu terjangkau. Awal-awal pengiriman, ia sering berganti-ganti ekspedisi, mulai dari harga yang relative mahal sampai sedang. Akhirnya, setelah survey sana-sini, dia memutuskan untuk berlangganan ekspedisi Royal dan EMS, karena dinilainya paling murah dan terjamin mutunya.

Inspirator

Kesuksesan yang diraih oleh Lian tidak serta merta membuatnya sombong atau angkuh. Ia justru memiliki tujuan mulia yaitu berbagi kepada sesame. Ia ingin menularkan ilmu bisnis yang dimilikinya kepada siapa saja yang memang mau belajar. Beberapa kali ia diundang menjadi pembicara dikampus-kampus dan yayasan.

“Saya merasa puas ketika saya dapat berbagi kepada orang lain. Bagi saya, semakin banyak pemuda yang terinpirasi untuk membuka bisnis, itu akan membuat  perekonomian bangsa kita menjadi lebih baik,”

Menurut Lian siapa saja bisa menjadi seorang pebisnis, apapun itu. Untuk bidang ekspor sendiri, peluang masih terbuka lebar. Banyak sekali produk-produk Indonesia yang berpotensi untuk dipasarkan di Luar Negeri. Hanya saja memang perlu kejelian melihat peluang, dan kecerdasan strategi agar barang kita banyak peminatnya.

Pemuda yang tidak setuju dengan prinsip “Kuliah tidak penting, yang penting bisnisnya sukses” ini berusaha menyebarkan pemahaman baru bahwasanya sukses kuliah, sukses juga bisnisnya. Menurutnya, pebisnis pemula yang mulai merintis bisnisnya saat kuliah, harus bisa menuntaskan keduanya dengan baik. Tidak boleh mengorbankan kuliah atas nama bisnis. Selarasnya antara bisnis dan kuliah melatih seseorang untuk professional.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...