21 November 2017

Harumnya Laba Toko Roti Khas Jepang

Konfrontasi - Roti sudah sejak lama populer di Indonesia sebagai makanan ringan yang banyak dicari lantaran bisa mengganjal lapar dan praktis serta mudah ditemukan di banyak tempat. Sehingga usaha roti cukup diperhitungkan lantaran pasarnya yang luas

Peluang ini juga dilirik oleh Saweri Sapetoding yang mendirikan usaha toko roti bernama Yakitate Bakery. Usaha ini berdiri sejak akhir tahun 2013. Yakitate berada di bawah naungan PT Hari Mulia Sentosa, yang juga satu grup dengan Djakarta Bistro & Café.

Saat ini Yakitate memiliki dua gerai yang berlokasi di Djakarta Theatre dan di Sarinah. Keduanya milik pusat. Sejak awal 2015 Yakitate mulai menawarkan kemitraan. Sampai saat ini belum ada mitra yang bergabung.

Keunikan roti di Yakitate adalah menyajikan roti khas Jepang seperti dorayaki, japanese cheesecake, roti custard, roti mochi, roti melon, dan masih banyak lagi. Ada 52 varian rasa roti yang ditawarkan seperti the ring cheese pan, blueberry cheese pan, almond kaya pan, mayo hot flos chicken, sausage sate pan, exotic custard, hokaido mochi bean, sampai kurosuko pan. "Bahan baku didatangkan langsung dari Jepang," kata Saweri.

Saweri menawarkan paket investasi minimal Rp 100 juta untuk membuka gerai Yakitate yang berukuran kecil. Fasilitas yang didapat mitra terdiri dari biaya konstruksi gerai dan desain interior, bahan baku awal, peralatan lengkap seperti oven, display, pelatihan karyawan. Paket investasi ini juga sudah termasuk biaya kerjasama sebesar Rp 30 juta untuk tiga tahun.

Gerai bisa di mal
Jika kontrak habis mitra bisa memperpanjang kerjasama hanya dengan membayar franchise fee senilai Rp 30 juta. Mitra wajib membayar royalty fee sebesar 4% dari omzet tiap bulan. Selain itu mitra juga harus mengambil bahan baku roti dari pusat. "Mitra akan mendapat bahan roti setengah jadi, sehingga mitra tinggal memanggang di gerainya," ujarnya.

Kisaran harga roti di Yakitate di antara Rp 7.000 sampai Rp 22.000 per buah.Saweri bilang, rata-rata satu gerai bisa menjual 350 roti dalam sebulan. Omzet usaha bisa mencapai Rp 80 juta per bulan. Setelah dikurangi biaya bahan baku, sewa tempat, gaji pegawai dan biaya operasional lainnya, mitra bisa meraup laba bersih sekitar 25%−30%. Jika dihitung-hitung mitra akan balik modal sekitar setahun atau 1,5 tahun. Tempat usaha yang dibutuhkan minimal 6 m² di mal atau tempat keramaian lain dengan tiga orang karyawan.

Menurut Pietra Sarosa, Konsultan Waralaba sekaligus Direktur Sarosa Consulting Group, melihat nilai investasi dan lokasi usaha di mall, ini mestinya bentuknya hanya booth kecil.

Kunci sukses bisnis roti itu di produksi. Pengawasan kualitas harus benar-benar harus diperhatikan. Sebab risiko kualitas produk menurun sangat besar. (kntn/mg)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...