Gabung WMM, Intan Merasa Bisnis Songketnya Makin Berkembang: Page 2 of 2

Peserta

Kompetisi WMM tahun ini akan mengadu inovasi wirausaha muda di lima kategori, yakni industri, perdagangan dan jasa, boga, kreatif, sosial, dan teknologi. Adapun total hadiah bagi pemenang pada tahun ini  sebesar Rp2 miliar.

Wirausaha muda yang mengikuti program WMM setidaknya sudah menjalankan bisnis minimal usaha 1 tahun dan omzet Rp 300 juta per tahun.

Secara umum rangkaian kegiatan WMM telah dimulai dengan roadshow kampanye sosialisasi WMM di empat kota, yaitu Pontianak, Yogyakarta, Malang, dan Palembang pada tanggal 6 s.d. 16 Agustus 2019. Targetnya, WMM akan diikuti oleh 5.000 peserta mulai usia 18 hingga 35 tahun

Penjurian akan dilakukan di masing-masing wilayah dengan tahapan awal seleksi administrasi pada tanggal 1 s.d. 8 Agustus 2019. Selanjutnya, akan dilakukan tahap verifikasi lapangan pada tanggal 9 s.d. 18 Agustus 2019. Peserta juga akan melalui penjurian zona mulai 24 hingga 26 September 2019, dan penjurian nasional pada tanggal 9 Oktober 2019.

Puncak acara, yaitu penganugerahan WMM Award akan diselenggarakan pada tanggal 11 Oktober 2019 di Jakarta.

Sejumlah profesional muda berprestasi akan tampil sebagai juri. Beberapa di antaranya adalah pelaku industri kreatif Dimas Djayadiningrat, Nicholas Saputra, dan Masterchef Indonesia Chef Renata. Mereka juga akan ikut menilai inovasi dari setiap peserta yang lolos ke tahap penjurian nasional.

Songket sendiri merupakan jenis kain tenunan tradisional rumpun Melayu di Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Songket digolongkan dalam keluarga tenunan brokat. Songket ditenun dengan tangan dengan benang emas dan perak. Pada umumnya dikenakan pada acara-acara resmi. Benang logam metalik yang tertenun berlatar kain menimbulkan efek kemilau cemerlang.

Songket pada umumnya berkembang dalam budaya rumpun Melayu di Sumatra, seperti songket Palembang dan songket Minangkabau. Di luar Sumatra, kain songket juga dihasilkan oleh daerah-daerah, seperti Bali, Lombok, Sambas, Sumba, dan Makassar.

Dalam gelaran Palembang Fashion Week (PWF) 2017 di atrium mall (Palembang Icon), Minggu (26/3), kain songket tampil mewah. Baju rancangan desainer lokal dari kain songket tidak kalah bersaing dengan nasional, banyak koleksi kain tenun songket menjadi pilihan desainer untuk menciptakan koleksi baju berdesain mewah dan elegan.

Seperti brand Intan Songket yang menampilkan rancangan desainer Intan Sari menampilkan kain songket yang dipadupadankan dengan atasan polos menambah kesan kain songket yang terlihat mewah dan elegan. Kain tenun Songket Intan sari adalah peraih juara II Kategori Industri kreatif kelompok alumni dan mahasiswa pascasarjana apada ajang WMM

Terinspirasi dari para pedagang batik yang menyulap kain dengan model yang lebih modern, Intanpun menyulap kain songket Palembang menjadi model pakaian lebih terlihat modis dengan berbagai macam gaya.

Untuk membesarkan usaha kain songket yang lebih fashionable tidak mudah. Pasalnya, membutuhkan modal yang tidak sedikit. Pengusaha seperti Intan harus merekrut beberapa karyawan yang bisa membuat model-model modern agar bisa diterima oleh masyarakat.

Pelaksanaan program WMM diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk menjadi generasi yang dapat menciptakan lapangan kerja yang peduli dan mau berkontribusi dalam pembangunan.[mr/ant]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA