Enterpreneur Muda dengan Visi dan Misi Bisnis Mulia

KONFRONTASI -   Background pendidikan Aresdi Mahdi jauh dari dunia kuliner. Namun, Ia percaya dengan melibatkan Tuhan YME dalam bisnisnya, maka sakit di awal akan berbuah hasil yang baik. Ares selalu berdoa untuk mendapatkan partner yang tepat dan mau saling support.”

Siapa saja bisa menjadi wirausahawan sukses. Yang penting ada kemauan! 

Ini adalah kisah seorang pemuda bernama lengkap Aresdi Mahdi Asyathry, entrepreneur muda berusia 32 tahun yang saat ini tengah menekuni bisnis kuliner, khususnya membangun beberapa brand untuk waralaba. Salah satu usaha yang sedang Ia tekuni adalah minuman dengan merek GLEK.

Ares melihat tren usaha minuman yang kini mulai menjamur di Indonesia –khususnya di Jakarta, diiringi dengan perpindahan brand minuman besar dari dalam pusat perbelanjaan yang mulai berpindah ke ruko-ruko. Produk-produk minuman tersebut juga kian digemari mulai dari anak-anak, kalangan muda, hingga orang tua. Ia kemudian menciptakan racikan minuman tersebut dengan harga yang amat sangat ramah di kantong semua orang.

"Kami melihat peluang besar pada bisnis minuman ini, kami ingin terus mengikuti perkembangan zaman yang begitu cepat. GLEK mencoba fokus pada kalangan kelas sosial menengah ke bawah. GLEK menyajikan berbagai jenis minuman dengan rasa yang otentik tapi harga tetap terjangkau," kata pria berdarah Arab-Ambon ini.

Selain berbisnis, sebagai anak bangsa Ares ingin fokus menaikan produk-produk UMKM agar dapat naik level dari produk biasa menjadi brand besar. Ares memiliki misi untuk membangun bisnis UMKM yang dimulai dari kecil dulu, dari satu cabang dan fokus hingga memiliki beberapa cabang. Ares yakin karena sebenarnya kuliner lokal punya rasa yang khas dan lebih lezat dibanding brand luar. 

Seringkali Ia jumpai makanan lokal yang enak dan bercita rasa sedap namun hanya memiliki satu restoran atau tempat saja sedangkan terkadang banyak orang dari berbagai lokasi ingin mencobanya sehingga sulit menjangkau.

"Saat kita buka aplikasi order makanan online selalu lebih banyak yang diurutan paling atas adalah brand besar. Padahal dari segi rasa lidah kita lebih cocok dengan rasa makanan lokal. Merek lokal pun lebih paham resep makanan Indonesia. Nah, di sini karena mereka tidak punya strateginya untuk menaikan merek, " ujar pria lulusan teknik fisika ini.

Berangkat dari kesempatan itu juga, Ares dan timnya ingin membantu banyak brand lokal untuk meningkat kualitasnya dan bisa memiliki beberapa bisnis waralaba. Untuk menjadikan bisnis berkembang tak cukup hanya lewat sebuah mimpi, harus ada usaha dan gerak yang sungguh-sungguh. Maka dari itu, bapak dua anak yang semenjak kecil sudah gemar berdagang ini berharap dapat berkolaborasi dengan banyak pihak dan memiliki strategi pemasaran yang berbeda dan tepat sasaran.

Berbisnis dengan Hati Mulia

Bisnis GLEK dan beberapa lainnya milik Ares memiliki visi yang cukup mulia. Ia dan timnya sudah mulai menyisihkan 50 persen keuntungan dari penjualan minuman untuk orang-orang yang membutuhkan, lingkungan, dan mahluk hidup di dunia. Visi misi yang bertujuan baik ini juga tidak dapat terwujud tanpa bantuan Tuhan YME. 

“Bahwasanya ketika orang-orang membeli produk GLEK mereka akan turut merasakan manfaat dan keberkahannya. Secara tidak langsung para konsumen diajak bersedekah sekaligus menikmati aneka minuman GLEK. Aktivitas ini telah dimulai pada Februari 2019 dan berlangsung hingga saat ini,” lanjut Ares. 

GLEK, yang berdiri pada Februari 2019, saat ini  telah memiliki 44 cabang yang tersebar di Jakarta, Bogor, Tangerang Selatan, Bekasi, Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik.

"Dalam kegiatan sosial kami ingin juga membangun ribuan masjid, memiliki rumah-rumah Hafiz Quran di Indonesia, membantu jutaan anak yatim, membina orang yang kurang mampu dengan meningkatkan kekuatan ekonomi umat, " tambah Ares.

Pada semester dua tahun ini, Ia berencana membuat brand baru khusus untuk kopi dan makanan berjenis burger dan ayam goreng. Ia juga bermimpi GLEK akan ada di seluruh wilayah Indonesia dalam kurun tiga tahun ke depan.

"Jadi kami ingin mulai dari produk makanan sehari-hari. Untuk saat ini kami masih mengikuti tren yang ada dengan memodifikasi rasa," tutup Ares.(jft/Hanter)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA