19 July 2018

Burger Nasi, Inovasi Kreatif Pemuda Semarang

Konfrontasi - Iwan Dermawan Sugianto dari Semarang, Jawa Tengah berhasil menyulap nasi dalam sajian burger. Meski bukan yang pertama, Iwan menawarkan menu burger nasi sebagai andalan usahanya yang diberi nama Burger Nasiku sejak November 2013.

Seperti namanya, burger yang biasanya berasal dari roti diganti dengan nasi yang dibentuk layaknya burger. Hingga kini Iwan sudah memiliki enam gerai milik sendiri yang terletak di Semarang dan Yogyakarta. Agar cepat berkembang, Iwan lantas menawarkan kemitraan usaha sejak bulan ini. Lantaran masih baru belum ada mitra yang bergabung.  

Ada dua paket investasi yang ditawarkan, yaitu paket booth dengan nilai investasi Rp 17,5 juta−Rp 37,5 juta dan paket resto senilai Rp 125 juta. Untuk paket pertama, fasilitas yang didapatkan yaitu booth, peralatan masak, promosi dan bahan baku awal. Untuk paket resto mendapatkan peralatan masak, bangku dan meja makan, bahan baku awal, dekorasi interior, kulkas, magicom, peralatan promosi, dan lain-lainnya.
Tidak ada biaya royalti

Karena tawaran ini adalah business opportunity (BO), jadi tidak dikenakan franchise fee dan royalty fee. Namun kerjasama ini hanya berlangsung selama 5 tahun. Mitra juga wajib membeli bahan baku ke induk usaha yaitu di antarannya beras, daging ayam dan sapi, bumbu-bumbu dan dimsum.

Produk yang ditawarkan untuk paket booth hanyak burger nasi dan aneka minuman. Untuk paket resto ada menu tambahan seperti aneka dimsum, roti bakar, gorengan seafood dan aneka minuman. Harga jual burger nasi ayam berkisar Rp 10.000-Rp 12.000 per porsi dengan aneka pilihan topping.

Jumlah karyawan dalam satu resto biasanya sekitar lima sampai enam karyawan. Syarat lokasi usaha untuk paket resto biasanya ruko dua lantai minimal seluas 4 meter (m)×6 m. "Lokasi yang disarankan adalah sekitar kampus dan pemukiman untuk resto atau di halaman minimarket untuk booth," kata Iwan.

Estimasi omzet untuk paket resto sekitar Rp 1,5 juta−Rp 2 juta per hari atau sekitar Rp 45 juta−Rp 60 juta sebulan. Target balik modal sekitar lima bulan untuk paket booth dan untuk paket resto prediksi balik modal sekitar setahun.
Erwin Halim, pengamat bisnis mengatakan, dengan paket investasi sebesar itu dan target balik modal yang disebutkan pusat, itu terbilang wajar. Namun mitra perlu mendapatkan edukasi pasar yang akan disasar, selain itu juga mengedukasi konsumen terhadap produk inovasi ini. Untuk itu, pencarian lokasi usaha yang tepat sangat penting untuk dipelajari agar bisnis berjalan lancar. Juga, pusat dan mitra harus memastikan bahwa menu yang ditawarkan bisa diterima lidah masyarakat.  

Burger Nasiku     
Jl Hasanudin No 80
Semarang, Jawa Tengah

Category: 
Loading...