Agar Tercipta Komunitas Keuangan yang Baik, Masyarakat Harus Bijak Kelola Penghasilan

KONFRONTASI - Berdasarkan data dari Survei Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI), indeks utilitas produk dan jasa keuangan di Indonesia adalah 59,74 persen.

Dengan data ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang perlu untuk terus mendorong peningkatan tingkat utilitas sehingga terciptanya masyarakat keuangan yang baik. Karena itu juga, OJK menggelar edukasi keuangan di Masjid Jami Bintaro dengan mengusung tema "Merencanakan dan Mengelola Keuangan"

"Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan terwujudnya masyarakat yang well literate sehingga mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola penghasilan," kata Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Lasmaida S. Gultom, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 15/7).

Menurut Lasmaida, pelaksanaan program literasi keuangan tidak hanya membutuhkan infrastruktur yang memadai namun fasilitator juga harus pro aktif dalam melakukan edukasi. Karena hambatan bagi masyarakat untuk mengakses sektor jasa keuangan bukan hanya mengenai ketersediaan lembaga jasa keuangan di sekitar, namun juga karena masih adanya keengganan masyarakat untuk mengetahui lebih dalam untuk memanfaatkan produk dan jasa keuangan.

Lasmaida menambahkan, kegiatan yang digelar pada Senin lalu itu bertujuan untuk memperkenalkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Jasa Keuangan (LJK), serta produk dan jasa keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuannya di bidang perbankan, perasuransian, lembaga pembiayaan, dana pensiun, pasar modal, dan pergadaian.(Juft/Merdeka)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA