Tren Batu Akik Membuat Banyak Perajin "Dadakan" Bermunculan di Semarang

Konfrontasi - Tren batu mulia atau batu akik yang terjadi belakangan ini membuat banyak perajin akik "dadakan" bermunculan, tak terkecuali di Kota Semarang.

"Saya sebenarnya sudah lama 'bermain' batu mulia. Namun, kalau intensif berbisnis pemolesan baru-baru saja," kata Sadono Adi Nugrahanto, perajin batu akik di Semarang, Kamis (30/4).

Adi adalah salah satu pemilik usaha pemolesan batu mulia dan akik "dadakan" di Kota Semarang yang membuka usahanya di sejumlah tempat, salah satunya di Pasar Dargo Semarang.

Di Pasar Dargo, ia mempekerjakan dua karyawan untuk menangani pemolesan batu akik yang dibukanya sejak setahun lalu, selain di kawasan Banyumanik dan Perumahan Dinas Masa Semarang.

"Ya, baru-baru saja saya buka. Sekitar setahun lalu seiring 'booming' akik. Omzetnya cukup besar karena di satu tempat setidaknya bisa mengerjakan 20-30 batu mulia/hari," katanya.

Ia menjelaskan pembuatan batu akik memerlukan peralatan, mulai alat potong sampai alat poles dengan tingkat kekasaran paling tinggi sampai tingkat kehalusan yang paling tinggi.

"Alatnya ada yang dijual satu set, namun ada juga yang per satuan. Kebetulan, saya punya keduanya. Kalau yang di Pasar Dargo pakai alat yang satu set. Harganya sekitar Rp4,5 juta," katanya.

Ditanya mengenai omzet, ia mengakui setiap hari setidaknya berkisar Rp800 ribu/tempat. Kebetulan kan saya buka di tiga tempat. Namun, itu belum dipotong honor untuk karyawan," katanya.

Untuk setiap batu akik yang dikerjakan, kata dia, perajin mendapatkan honor Rp20 ribu, ditambah dengan uang makan dan sebagainya setiap harinya yang ditanggung Adi.

"Hampir semua jenis batu saya kerjakan. Namun, untuk jenis batu mulia atau batu-batu tertentu yang memiliki tingkat keretakan tinggi, saya tidak berani menggarap," pungkas Adi.

Saat ini, setidaknya ada sekitar 20 perajin batu akik yang membuka usaha di Pasar Dargo, mulai dari hanya jasa pemotongan, pemolesan, sampai pengolahan menjadi batu akik.

Tidak jauh berbeda dengan Teguh, perajin batu mulia yang membuka usaha di kawasan Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang yang juga memulai usahanya beberapa tahun belakangan.

Meski letak tempat usahanya "menyempil", cukup banyak para penggemar batu mulia yang mempercayakan jasa kepadanya, mulai sekadar poles batu sampai pengolahan menjadi batu mulia.

Selain itu, jasa pemolesan batu akik juga terdapat di tempat-tempat lain di Kota Semarang, seperti di Perumahan Tlogosari, kawasan Bugangan, Peterongan, dan Ketileng. (rol/ar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...