9 December 2019

Sentimen Investor Jerman Positif, Bursa Eropa Naik ke Level Tertinggi

KONFRONTASI -   Bursa Eropa naik kembali ke level tertingginya empat tahun pada akhir perdagangan Selasa (12/11/2019) didorong data sentimen investor Jerman yang positif dan serangkaian rilis laporan kinerja keuangan korporasi.

Saham-saham yang terdaftar di Frankfurt menanjak 0,6 persen ke kisaran level tertinggi 22 bulan setelah survei ZEW menunjukkan sentimen di antara investor Jerman meningkat lebih dari yang diperkirakan pada November.

Hal ini menunjukkan prospek yang lebih baik setelah perkembangan baru-baru ini dalam konflik perdagangan.

Data tersebut muncul menjelang rilis angka PDB Jerman kuartal III/2019. PDB Jerman diperkirakan akan menunjukkan resesi teknis untuk ekonomi terbesar Eropa ini, yang menurut para analis sebagian besar dipicu oleh pasar.

“Konsensusnya adalah penurunan PDB pada Q3, tetapi ada ekspektasi bahwa kita akan melalui yang terburuk," ujar Rupert Thompson, kepala riset di Kingswood.

“Angka ZEW hari ini mungkin penting dalam hal memperkuat sentimen itu,” imbuhnya, seperti dilansir melalui Reuters.

Merespons data tersebut, indeks Stoxx 600 Eropa naik 0,4 persen dan diperdagangkan hanya 2 persen di bawah level tertinggi sepanjang masa pada April 2015.

Penguatannya didorong oleh saham telekomunikasi dengan naik 1,4 persen yang didongkrak oleh saham operator seluler terbesar kedua di dunia Vodafone setelah perusahaan ini meningkatkan panduan laba full year.

Sementara itu, saham operator seluler Prancis Iliad melonjak 20 persen setelah mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai 1,4 miliar euro (US$1,5 miliar) yang dijamin sepenuhnya oleh pendirinya, Xavier Niel.

Di antara produsen chip yang sensitif terhadap isu perdagangan, saham Dialog Semiconductor mampu naik 7 persen setelah mengangkat proyeksi margin kotor dan operasionalnya.

Adapun saham Infineon Technologies naik 6 persen meskipun memperkirakan pertumbuhan lebih lambat pada tahun mendatang karena analis mengatakan prospek menunjukkan pemulihan yang kuat pada paruh kedua tahun 2020.(Jft/Kabart24)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...