Sejumlah Komponen Ini Dinilai Bikin Harga BBM Sulit Turun

KONFRONTASI-Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) menyoroti persoalan komponen acuan dalam penetapan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia di tengah turunnya harga minyak dunia.

Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin dalam diskusi virtual di Jakarta, Rabu, menjelaskan beberapa komponen dinilai membuat harga BBM sulit turun dibandingkan negara tetangga lainnya.

“Ada beberapa komponen yang sudah ditetapkan di Indonesia yang mana hal tersebut cukup besar dibandingkan negara lain,” kata Ahmad Safrudin.

Ia menjelaskan misalnya untuk BBM RON 98, di harga SPBU memiliki nilai RP9.850. Dalam komponen tersebut terdapat pajak BBM 5 persen senilai Rp492,50, selanjutnya PPN 10 persen atau Rp985 dan biaya alpha Rp985 dengan harga pokok produksi Rp7.387,50.

Sedangkan di Malaysia pemberian pajak penjualan BBM masih disesuaikan dengan harga minyak dunia, bukan sesuatu yang sudah baku ketentuannya. Selain itu, KPBB mendorong dengan harga BBM yang sama saat ini, setidaknya kualitas BBM Indonesia memiliki peningkatan standar.

Untuk peningkatan kualitas, Ahmad menyarankan adanya penyederhanaan BBM yang terbagi atas Pertamax, Pertamax Turbo, Pertadex dan Pertadex HQ. Selain itu untuk meminimalisir polusi setidaknya untuk bensin minimal RON 91 dan jenis Ron 95.

Sementara itu, ujar dia, untuk solar jenis CN minimum 51 dan CN 53. Kemudian untuk BBG disiapkan menuju transisi menuju energi bersih.

Dalam diskusi tersebut, Direktur Eksekutif KPBB juga menyampaikan pentingnya kualitas BBM yang bagus.

Menurut dia, jika menggunakan BBM berkualitas rendah akan membuat mesin kendaraan akan lebih cepat rusak, selain itu dari segi biaya akan lebih boros.

BBM dengan kualitas rendah akan menghasilkan lebih banyak polusi karena menghasilkan daya pembakaran yang tidak sempurna dalam prosesnya.[mr/tar]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA