Rupiah Kembali Terkapar, Apa Sebab?

KONFRONTASI - Pada perdagangan hari ini, Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dibuka terkapar. Rupiah berada pada level Rp13.102/USD, terdepresiasi 44 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.058/USD.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.038/USD, namun pada pukul 10.00 makin melemah ke Rp13.090/USD. Sementara rupiah kemarin di level Rp13.035/USD.

Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp13.087/USD. Posisi tersebut melemah 37 poin dibanding hari sebelumnya Rp13.050/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.065/USD. Posisi ini memburuk 15 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp13.040/USD.

Sementara dikutip dari Reuters, USD berada pada posisi terendah dalam lebih dari dua bulan terhadap sejumlah mata uang utama pada Kamis pagi karena tertekan data ekonomi yang mengecewakan.

Indeks USD turun 93,882 sebelum berakhir di 94,134. Posisi ini telah jatuh lebih dari 6% dari rekor 12 tahun di level 100,39 pada Maret lalu.

Sementara nilai tukar euro terhadap USD melonjak ke level tertinggi dua bulan ke 1,1371 dari posisi terendah 1,0457 pada Maret. Euro terakhir diperdagangkan di 1,1344/USD.

Para pedagang mengatakan ketahanan euro sebagian karena lonjakan obligasi jangka panjang, yang telah melonjak hampir 50 basis poin lebih dari sepekan, melampaui kenaikan imbal hasil obligasi AS sebesar 34 basis poin.

Adapun IHSG pagi ini dibuka balik arah melemah terimbas koreksi Wall Street dan bursa Asia. IHSG tergerus 28,91 poin atau 0,56% ke level 5.156,04.[ian/snw]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...