18 June 2018

Rizal Ramli, Neno Warisman, Struktur Ketimpangan dan Ketidakadilan

KONFRONTASI- Acara ILF (Indonesia Leaders Forum), Jakarta  kemarin siang, Jumat (18/5) membuka mata hati  Aktris Neno Warisman yang juga aktivis kemanusiaan dan anak-anak. Neno kemarin bertindak sebagai panelis pada acara ILF yang dipandu oleh UBN (Ustadz Bachtiar Nasir).

Dalam acara di ILF Jakarta kemarin,  tokoh nasional Rizal Ramli mengingatkan, bahwa banyak ekonom dan pakar ekonomi yang tidak bisa melihat struktur ekonomi Indonesia, sehingga akar masalahnya tidak terjawab. Bagian yang atas yang besar merupakan pengusaha-pengusaha besar, sedangkan bagian bawah yang kecil merupakan pengusaha menengah dan pengusaha kecil.

Begitulah teknokrat senior Rizal Ramli (RR) mengumpakan situasi perekonomian di Indonesia saat ini.  “Bagian atas dari gelas inilah yang mendapat banyak campur tangan dari negara, sedangkan bagian bawah mendapat sedikit campur tangan negara,” ungkapnya.

“Kondisi yang demikian itulah yang disebut dengan sosialisme yang terbalik. Dan sosisalisme yang terbalik menjadi sumber ketidakadilan sosial,” papar RR, mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia.

Kebijakan penting di negara  kita sudah banyak dibeli oleh pengusaha besar. Di sini yang  berada di atas, menguasai segalanya.

Sementara ada sekitar 40 juta usaha kecil rumah tangga yang masih kesulitan beroperasi dan keuntungannya sedikit sekali.

“Selama struktur ekonomi di Indonesia masih masih seperti ini,  jangan bermimpi tentang keadilan dan kedaulatanekonomi kerakyatan,” tambah mantan Menko Ekuin ini.

Rizal kembali mengatakan kebijakan penting di Indonesia sudah banyak dibeli oleh pengusaha besar, sehingga yang di atas selalu menguasai segalanya dan menyebabkan sedikitnya 40 juta usaha kecil rumah tangga kesulitan beroperasi dan mendapatkan keuntungan yang sedikit sekali. Hal tersebut, kata dia, tidak banyak diamati oleh pakar ekonomi tanah air, sehingga akar masalah struktur ekonomi Indonesia belum terjawab tuntas. "Bagian atas yang besar merupakan pengusaha-pengusaha besar, sedangkan bagian bawah yang kecil merupakan pengusaha menengah dan pengusaha kecil. Banyak pengusaha besar yang tidak efisien, namun terus dibantu untuk lebih menjadi besar," ujarnya.

Jika Indonesia ingin menjadi negara yang berdaulat ekonomi dan sosial, menurut Rizal, struktur eknomi yang telah terbentuk harus diubah, ditransformasi dengan inovasi kemudahan pajak. Kemudahan pajak dinilai akan membantu pada pelaku usaha ekonomi mikro untuk berkembang dengan lebih baik. Dengan demikian demokrasi dalam konteks kemajuan ekonomi lebih mampu bertahan.

Rizal Ramli juga menjelaskan apabila kita ingin menjadi negara berdaulat ekonomi dan sosial, strukturnya harus berubah. “Inilah tugas besar bagi Muhammadiyah dan NU dan kaum nasionalis.  Struktur gelas anggur harus menjadi struktur piramida,” jelasnya.

Apabila struktur ini dibangunstruktur ini dibangun, demokrasi akan lebih sustainable. “Selain itu kita harus melakukan tranformasi dan  ditambah inovasi diberi kemudahan pajak, sehingga dapat  membantu usaha yang masih kecil,” ujarnya.

Neno Warisman terbuka mata hatinya terhadap gagasan, ideologi, visi-misi  dan spirit perjuangan Rizal Ramli bagi rakyat banyak, bagi umat yang kalah dan marginal secara ekonomi. ''Bunda Neno Warisman sebaiknya menggalang dukungan rakyat/umat bagi visi-misi dan gagasan RR agar keadilan sosial, pemerataan dan integrasi nasional  bisa diwujudkan, dan sendi-sendi bangsa tidak pecah belash seperti sekarang,'' kata para partisipan ILF.

Penghargaan "Inspirator Bangsa"

Ilustrasi: Ekonom senior DR. Rizal Ramli mendapatkan penghargaan "Inspirator Bangsa" dalam Munas Serikat Pekerja (SP) Bank BTN di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Selasa malam (15/5). Dalam kesempatan itu Rizal juga menyampaikan orasi kebangsaan.

(Kf).

Category: 
Loading...