PSBB Jakarta Diapresiasi Positif, Rp156 Triliun Masuk ke Pasar Saham

KONFRONTASI -   Pelaku pasar menyambut positif keputusan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) wilayah DKI Jakarta yang lebih 'longgar' dibandingkan dengan periode Maret 2020.

Hal itu membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada Senin (14/9/2020). Dana masuk ke pasar saham yang tercermin dari nilai kapitalisasi pasar pun mengalami peningkatan Rp156,01 triliun.

Pada sesi I, setelah mengawali perdagangan dengan kenaikan 1,13 persen, IHSG bergerak ke atas sampai akhirnya parkir di level 5.134,06 setelah menguat 117,35 poin atau 2,34 persen.


Kapitalisasi pasar hingga siang ini mencapai Rp5.983,73 triliun, meningkat 156,01 triliun dari akhir pekan lalu sebesar Rp5.827,72 triliun.

Adapun, pada perdagangan Jumat (11/9/2020), IHSG juga ditutup di zona hijau dengan kenaikan 2,56 persen di posisi 5.016,71

Siang ini, seluruh indeks sektoral juga menghijau dengan penguatan paling tinggi dialami oleh sektor properti yang melesat 5,48 persen. Menyusul dibelakangnya adalah sektor finansial dan industri yang masing-masing naik 2,87 persen dan 2,66 persen.


PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk masih memuncaki daftar saham yang diborong oleh investor asing dengan nilai net foreign buy sebesar Rp128,8 miliar. Hasil ini membawa nilai saham BBRI terbang 4,62 persen ke Rp3.400.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang telah memperkirakan bentuk PSBB jilid kedua tidak akan seperti periode Maret 2020. Selain itu, terdapat sejumlah perbedaan kondisi dibandingkan dengan 6 bulan lalu.

Edwin menyebut sudah banyak paket stimulus yang diluncurkan dalam 6 bulan terakhir. Dengan demikian, dampak penerapan PSBB tidak seberat awal penyebaran pandemi Covid-19.

Penyerapan anggaran paket stimulus menurutnya juga sudah cukup besar. Selain itu, beberapa vaksin sudah ditemukan.

“IHSG berpeluang melanjutkan penguatan karena PSBB kali ini yang lebih 'longgar' dibandingkan PSBB pada Maret 2020,” paparnya.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menyentuh titik paling dalam sepanjang 6 bulan terakhir di level 3.937,632 pada 24 Maret 2020. Setelah posisi itu, pergerakan coba terus merangkak naik hingga kembali ke level 5.000 pada 8 Juli 2020.(Jft/Bisnis.COM)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...