Produksi Susu Sapi di Boyolali Menurun Akibat Kemarau, Harga Tak Berdampak

Konfrontasi - Produksi susu murni sapi perah di Boyolali, Jawa Tengah (Jateng) menurun akibat musim kemarau dalam empat bulan terakhir. Asupan makanan hijau berkurang mengakibatkan sapi hanya mampu menghasilkan 10 hingga 15 liter per hari.

Dalam kondisi normal, sapi-sapi perah di Desa Tambak, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali mampu menghasilkan hingga 20 liter per hari. Pengakuan salah satu petani, Wahyuni, mengatakan sejak musim kemarau, hasil produksi susu dari lima ekor sapinya terus menurun.

“Pada hari biasa, total susu yang didapat mencapai 80 liter, namun saat ini hanya mampu mengeluarkan susu 35 – 40 liter perhari,” katanya, Minggu (13/10/2019).

Menurutnya, hal ini terjadi karena selama musim kemarau, sapi perah milik para petani kekurangan makanan hijau, khususnya rumput segar. Selain itu tingginya harga pakan memaksa petani hanya mampu memberi pakan sapi berupa jerami kering.

Dia mengaku, berbagai upaya dilakukan petani agar produksi susu tidak terus merosot. Salah satunya memperbanyak makanan sapi dengan ampas tahu.

Untuk harga susu sapi ditingkat petani masih relatif setabil di kisaran lima ribu hingga enam ribu rupiah per liter. “Itupun tergantung dari kualitas susu yang dihasilkan,” katanya. (inws/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...