Produksi Perikanan Tangkap Kulon Progo Belum Mencapai Target

Konfrontasi - Produksi perikanan tangkap di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum mencapai target karena banyak nelayan di wilayah ini yang beralih profesi.

Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Tangkap pada Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kulon Progo Prabowo Sugondo di Kulon Progo, Senin (14/12), mengatakah hingga triwulan ketiga, hasil tangkap baru mencapai 1.045,67 ton atau 50 persen dari target 2.034 ton pada 2015.

"Saat ini, nelayan di sepanjang pantai selatan Kulon Progo, khususnya nelayan Pantai Trisik beralih profesi dari nelayan ke petambak udang," kata Prabowo.

Selain itu, kata dia, penurunan produksi perikanan tangkap disebabkan adanya abrasi di kawasan Pantai Bugel sepanjang 500 meter. Sehingga, saat akan melaut atau mendarat, nelayan harus mendorong kapal.

"Nelayan di Pantai Bugel hampir dua tahun tidak melaut karena adanya abrasi yang cukup parah di wilayah itu," kata dia.

Menurut dia, hasil perikanan tangkap tidak pernah akan tercapai selama Pelabuhan Tanjung Adikarto belum beroperasi. Sejauh ini, kapal-kapal besar milik nelayan Kulon Progo tidak pernah mendarat di wilayah ini.

"Sampai kapan pun, selama Pelabuhan Tanjung Adikarto belum beroperasi, maka hasil perikanan tangkap tidak akan pernah tercapai," kata Prabowo.

Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Tani Maju Trisik Sunaryo Hadi mengatakan saat ini nelayan fokus mengembangan tambak udang yang hasilnya jauh lebih tinggi ketimbang melaut.

Ia mengatakan setiap nelayan memiliki luas lahan tambak antara 2.000-5.000 meter persegi. Setiap kali panen antara 70-75 hari, keuntungan yang didapat nelayan mencapai puluhan juta, beda saat melaut terkadang harus merugi karena hasil tangkapan tidak cukup untuk biaya operasional.

"Biaya operasional sekali melaut berkisar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu. Terkadang, sekali melaut hanya mendapat tiga sampai lima kilogram (kg) ikan. Ini membuat nelayan beralih ke budi daya tambak udang, meski modal awal mencapai Rp300 juta sampai Rp500 juta," katanya. (rol/ar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...