Produksi Padi di Riau Turun

Konfrontasi - Produksi padi di Provinsi Riau mengalami penurunan, hal ini didasarkan pada data Angka Ramalan (ARAM) II untuk tahun 2014 produksi padi di daerah setempat adalah 356.281 ton GKG, sedangkan sebelumnya pada tahun 2013 sebesar 434.144 ton GKG.

"Jika dibandingkan tahun lalu, produksi padi di Provinsi Riau mengalami penurunan sebesar 77.870 ton GKG atau sekitar 17,94 persen," kata Kepala Bidang Pangan, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau, Gusriani, di Pekanbaru, Senin (29/12).

Dia mengatakan bahwa penyebab terjadinya penurunan hasil produksi tersebut Berdasarkan dari hasil audit lahan sawah oleh Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian-Kementerian Pertanian RI serta survey data spatial lahan sawah di Provinsi Riau, adalah penurunan luas baku lahan sawah yang sangat besar pada tahun 2013 dibandingkan tahun 2012.

"Luas baku lahan sawah pada tahun 2012 seluas 189.545 hektar dan pada tahun 2013 seluas 88.653,81 hektar, berkurang sebesar 100.891,19 ha," jelas dia.

Selain itu dia mengungkapkan jika penurunan luas tanam tersebut juga disebabkan karena adanya alih fungsi lahan pada beberapa kabupaten, yang sangat berpengaruh terhadap penurunan ini.

"Alih fungsi lahan di kabupaten Rokan Hilir mencapai 36.026,67 hektar," paparnya.

Kemudian, jelasnya, penyebab lainnya yaitu tidak tercapainya target pada bulan Januari-Agustus 2014,dari target Luas tanam yaitu 54.199 ha.

"Karna kemarau panjang, para petani tidak melakukan penanaman, tetapi mereka menggeser jadwal tanam terutama untuk Kabupaten Indragiri Hilir yaitu seluas 10.598 ha, Rokan Hilir seluas 2.399 ha, Bengkalis seluas 2.301 ha, Kampar seluas 1.513 ha, dan lahan yang ditanami hanya seluas 37.388 ha," ujarnya.

Dia juga menerangkan bahwa daerah yang menjadi lumbung padi di Provinsi Riau yaitu berada di Kabupaten Indragiri Hilir, Rokan Hilir dan Rokan Hulu.

"Namun nerdasarkan laporan yang kami terima untuk penanaman pada bulan September 2014 dengan luas 24.685 ha yang diharapkan dapat dipanen pada akhir Desember 2014, terjadi gagal panen, karena di beberapa daerah tersebut dilanda banjir dan menyebabkan sekitar 1.200 ha tanaman padi rusak," jelasnya. (akl/ar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...