15 June 2021

Produksi Padi di Kalbar Mengalami Penurunan Akibat Konversi Lahan

Konfrontasi - Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat, mengungkapkan produksi padi di provinsi itu pada 2014 mengalami penurunan akibat alih fungsi atu konversi lahan sawah menjadi lahan perkebunan sawit dan lainnya.

Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Badar saat dihubungi di Pontianak, Rabu (4/3) menyatakan jika dibandingkan dengan angka tetap tahun 2013, produksi tahun 2014 mengalami penurunan sebesar 5,15 persen, dari sebelumnya 1,4 juta ton menjadi 1,3 juta ton.

"Penurunan itu, disebabkan luas panen dan produktivitasnya juga menurun," ujarnya.

Menyinggung angka pasti alih fungsi lahan sawah menjadi lahan perkebunan sawit, pihaknya mengakui tidak mengetahuinya secara pasti.

"Tetapi saat ini sedang tren peralihan fungsi lahan tersebut," katanya.

Ia menjelaskan saat ini banyak ditemui, lahan-lahan sawah masyarakat, yang ditanami sawit oleh masyarakat.

Menurut dia, selain peralihan lahan itu, penurunan produksi padi 2014, juga disebabkan sekitar 16 hektare tanaman padi yang gagal panen atau puso sepanjang 2014.

BPS Kalbar mencatat, produksi padi di Kalbar berdasarkan angka sementara 2014 sebesar 1,3 juta ton dari luas panen 450.720 hektare.

Badar menjelaskan produksi padi sebesar 1,3 juta ton itu, terdiri dari produksi sawah sebesar 1,1 juta ton, kemudian produksi padi ladang sebesar 173.623 ton. Luas panen padi sawah 355.696 hektare, sementara luas panen padi ladang sekitar 95.024 hektare.

Dalam kesempatan itu, Badar menambahkan, meskipun produksi padi Kalbar 2014 menurun tetapi masih merupakan terbesar kedua di Pulau Kalimantan, yakni sebesar 28,25 persen, setelah Kalimantan Selatan sebesar 43,25 persen.

Kemudian disusul, Kalimantan Tengah 17,31 persen, Kalimantan Timur 8,80 persen, dan Kalimantan Utara sebesar 2,38 persen. (akl/ar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...