Produksi Manufaktur Sedang dan Besar di Riau Turun 5,33 Persen

Konfrontasi - Produksi industri manufaktur sedang dan besar di Provinsi Kepulauan Riau pada triwulan pertama 2015 turun 5,33 persen dibanding triwulan keempat 2014.

"Ditinjau dari 'year on year' pada triwulan pertama 2015 juga terjadi penurunan produksi sebesar 9,50 persen dibanding kondisi satu tahun sebelumnya," kata Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau (BPS Kepri) Dumangar Hutauruk di Tanjungpinang, Selasa (5/5).

Dia menjelaskan produksi menurun pada triwulan pertama tahun ini disebabkan oleh penurunan produksi beberapa subsektor industri seperti produksi industri komputer, barang elektronik dan optik turun sebesar 4,87 persen dan produksi industri karet, barang dari karet dan plastik turun 5,02 persen.

"Produksi peralatan listrik turun sebesar 9,68 persen," katanya.

Sementara pertumbuhan industri manufaktur mikro kecil pada triwulan pertama 2015 naik 14,32 persen dibanding triwulan keempat 2014. Hal itu disebabkan pertumbuhan pada delapan subsektor triwulan pertama 2015 dari 15 subsektor yang ada di Kepri.

"Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro kecil triwulan pertama 2015 dibandingkan triwulan pertama 2014 menunjukkan kenaikan sebesar 30,14 persen.

Dia mengemukakan jenis-jenis industri yang termasuk tiga besar pertumbuhan tertinggi pada triwulan pertama 2015 adalah industri alat angkutan naik 14,32 persen, industri pakaian jadi naik 12,87 persen dan industri barang logam, bukan mesin dan peralatan naik 10,64 persen.

Jenis-jenis industri yang mengalami penurunan terbesar yakni industri kertas dan barang dari kertas sebesar 11,14 persen, industri pengelolaan lainnya turun 9,02 persen dan industri tekstil turun 8,3 persen. (rol/ar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...