Produksi Batubara 2020 Lampaui Target, Tapi Ekspornya Loyo

KONFRONTASI-Produksi batu bara Indonesia sepanjang 2020 telah tercatat mencapai 557,54 juta ton, lebih tinggi dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 550 juta ton.

Namun demikian, untuk ekspor batu bara, berdasarkan data dari Minerba One Data Indonesia (MODI) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (05/01/2020), realisasinya masih lebih rendah dari target yang direncanakan.

Berdasarkan data MODI tersebut, realisasi ekspor batu bara sepanjang 2020 hanya mencapai 305,77 juta ton atau baru 77,41% dari target yang dipatok pemerintah sebesar 395 juta ton.

Berdasarkan data tersebut, ekspor tertinggi terjadi pada Januari 2020 sebesar 31,78 juta ton.

Jika dibandingkan dengan 2019, ekspor pada 2020 ini turun 32,7%. Pasalnya, pada 2019, ekspor batu bara mencapai 454,50 juta ton. Realisasi ekspor batu bara pada 2019 ini pun melampaui target yang dipatok pemerintah sebesar 267,24 juta ton.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 ini membuat beberapa negara tujuan ekspor batu bara tanah air melakukan pembatasan impor. Bukan tanpa alasan, pembatasan aktivitas hingga lockdown, membuat konsumsi energi turun, sehingga serapan batu bara tidak banyak.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia sempat mengatakan bahwa sejumlah negara cenderung mengoptimalkan kapasitas batu bara domestik masing-masing.

"Kedua karena stockpile mereka juga masih cukup seperti misalnya China ada kecenderungan mereka sedang membatasi kuota impor mereka. Negara-negara tujuan ekspor utama batu bara kita seperti China dan India itu sedang mengetatkan impor," ujarnya, Minggu (16/08/2020).

Sementara untuk realisasi pemenuhan kebutuhan batu bara di dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) pada 2020, berdasarkan data MODI, tercatat hanya sebesar 108,45 juta ton atau 69,97% dari target yang telah ditetapkan sebesar 155 juta ton. Bila dibandingkan dengan penyerapan domestik pada 2019 yang mencapai 138,42 juta ton, artinya penyerapan domestik pada 2020 ini ada penurunan sekitar 21,6%.

Namun, data ini masih berpotensi berubah, terutama karena belum tercatatnya data penyerapan DMO pada November-Desember 2020.(mr/cnbc)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...