Petani Tolak Jual Beras ke Bulog

KONFRONTASI - Petani di Persawahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menolak menjual beras hasil panen ke Bulog. Langkah itu terpaksa dilakukan guna mengantisipasi krisis pangan menyusul gagal tanam yang dialami petani setempat.

"Tahun ini kami tidak akan menjual beras ke Bulog. Gabah masih ada, tetapi disimpan untuk menghadapi ancaman krisis pangan," kata Wellem Fanggidae, petani di Persawahan Oesao, Kamis (28/4).

Sekitar 200 petani di persawahan terbesar di Kabupaten Kupang itu menurut Wellem, telah sepakat tidak menjual beras ke Bulog.

Dia mengatakan banyak petani tidak saja menderita gagal tanam, tetapi gagal panen juga sudah di depan mata. Pasalnya petani yang sudah telanjur menanam, mulai kesulitan air. Sesuai pantuan, areal persawahan yang sebelumnya diolah, kini ditinggalkan petani.

Sebelumnya Kabid Pelayanan Publik Bulog Divre NTT Dominggus Foes mengakui penyerapan beras Bulog sampai akhir April 2016 masih minum, diduga dampak dari krisis air yang mengakibatkan banyak petani tidak menanam padi. "Gagal tanam membuat target penyerapan beras tahun ini tidak mungkin terpenuhi," kata Dominggus kepada wartawan.

Penyerapan beras petani oleh Bulog Divisi Regional (Divre) NTT sampai Senin (25/4) baru mencapai 58 ton. Angka itu jauh dari target penyerapan beras selama April 2016 sebesar 885 ton berasal dari enam kabupaten. Adapun penyerapan beras 58 ton tersebut hanya berasal dari satu kabupaten.

Menurunnya penyerapan beras berpotensi menurunkan target penyerapan beras Bulog DIvre NTT pada 2016 yang ditargetnya sebesar 15.000 ton.[ian/MI]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...