21 August 2019

Petani Muko-muko, Bengkulu Ogah Tanam Kedelai

KONFRONTASI -  Petani di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, menolak menanam kedelai meski bibit dan pupuk diberikan pemerintah secara gratis. Hal ini terjadi karena ketika panen mereka sulit menjual kedelai di daerah tersebut.

Selain itu, hasil panen kedelai jauh lebih rendah dari tanaman padi dan pemeliharaan juga rumit. Karena itu, para pertani lebih suka menanam padi ketimbang kedelai.

Kabid Pertanian, Dinas Pertanin Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan (DP3K) Kabupaten Mukomuko, Mustaman, di Bengkulu, tidak membantah para petani di Mukomuko menolak menanam pada musim panen tahun 2016.

Ia mengatakan, para petani di Mukomuko bersedia menanam kedelai jika dijamin pemerintah ketika mereka panen ada pembelinya. Sebab, kalau pola pengembangan kedelai tetap seperti lama, maka petani kapok menanam kedelai.

Sebab, begitu panen tidak ada pedagang pengumpul yang bersedia membeli kedelai petani. Akibatnya, kedelai petani menumpuk dan terpaksa dijual harga murah dibawah pasaran umum.

"Hal inilah yang membuat petani di Kabupaten Mukomuko pada tahun 2016 ini, tidak bersedia lagi mengembangkan kedelai di lahannya jika ada jaminan dari pemerintah hasil panen mereka dibeli dengan harga wajar," ujarnya.

Mustaman mengatakan, produksi kedelai Mukomuko cukup bagus, tapi sayangnya kedelai hasil panen petani setempat tidak pembelinya.

"Ditawarkan ke perajin tempe tidak mau karena mereka lebih suka membeli kedelai impor. Akibatnya, kedelai lokal tidak laku dijual," ujarnya.

Dengan kejadian tersebut, para petani di Mukomuko kapok menanam kedelai meski bibit dan pupuk dibantu, karena khawatir kasus serupa kembali terulang.

Sementara itu, Kepala Bid Produksi, Dinas Pertanian (Distan) Bengkulu, Fahrurozi mengatakan, kedelai hasil panen petani di Bengkulu, akan dibeli pemerintah melalui Bulog setempat.

"Jadi, petani di Bengkulu tidak perlu takut menanam kedelai karena pembeli ada, yakni Bulog Bengkulu. Sedangkan harganya sesuai dengan keputusan pemerintah dan dijamin harganya tidak akan merugikan petani," ujarnya.

Ia mengatakan, saat panen petugas Bulog Bengkulu, akan turun ke daerah-daerah untuk menampung kedelai para petani. "Jadi, mulai tahun ini sudah ada lembaga resmi pemerintah yang siap membeli kedelai petani," ujarnya.

Rozi menambahkan, pada tahun ini, Distan Bengkulu diberi tugas mengembangkan kedelai seluas 7.000 hektare, tersebar di sejumlah kabupaten di daerah ini.(Juft/Brt-1)

.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...