16 December 2019

Petani di Sleman Ogah Tanam Kedelai

KONFRONTASI - Petani di Sleman, Yogyakarta, tidak berminat menanam Kedelai. Mereka lebih memilih menanam padi atau palawija karena dirasa menghasilkan nilai jual yang tinggi.

Jika petani mau menanam kedelai sebenarnya dapat membantu memasok perajin tempe tahu saat harga kedelai impor mahal seperti sekarang. Saat ini, atas dampak melemahnya nilai tukar rupiah yang sudah berada di atas Rp14.000, membuat kedelai impor mahal. Padahal kedelai impor masih menjadi primadona bagi perajin tahu tempe di Indonesia.

Menurut Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan (DPPK) Sleman Edi Sriharmanto mengatakan, luas lahan kedelai di Sleman saat ini adalah 125 hektare. Lahan pertanian kedelai terdapat di Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan. Itupun para petani tidak menanam kedelai sepanjang musim kemarau. “Hanya Mei sampai Juni saja,” kata Edi, Jumat (28/8/2015).

Ia tak memungkiri bahwa alasan utama petani tidak berminat menanam padi dikarenakan nilai jual. Selain itu juga hasil pertaniannya yang tidak maksimal seperti padi. Dia menghitung, dalam satu hektare lahan kedelai hanya mampu menghasilkan 1,6 ton. Lain dengan padi yang bisa mencapai lima hingga enam ton gabah.[slo/ian]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...