23 September 2019

Pesan Capres Rizal Ramli ke Jokowi dan Kabinetnya: Hati-hati ‘Buyback’ Saham di Pasar Modal, Negara Bisa Rugi !

Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah Diharapkan dapat melakukan koordinasi untuk mengantisipasi anjloknya indeks saham dan nilai tukar rupiah pada perdagangan pada hari ini, Rabu (20/6). Hal ini tentunya menjadi perhatian, karena timbulnya sejumlah sentimen negatif dan pengaruh asing pasca lebaran.

Ekonom senior Indonesia Rizal Ramli menyatakan, pemerintah harus hati-hati dalam hal ini. Karena menurutnya, jika salah langkah, negara akan mengakami kerugian yang signifikan.

“Hati2 ‘buyback’ saham di pasar modal, karena bisa rugi. Ingat koreksi global dan emerging markets, dan tidak ada terobosan domestik,” ujarnya seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya pada hari ini, Rabu (20/6/2018).

Adapun diketahui, sejumlah sentimen yang terjadi yakni kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), kembali memanasnya perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS), keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mencabut stimulus (quantitative easing), serta menanti hasil keputusan rapat Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) pada 22-23 Juni di Wina yang cenderung bakal memangkas produksi minyak.

“Perang dangan antara Amerika Serikat (AS) dan China ini harus dipahami dampaknya bagi negara kita, jadi BUMN ini jangan sembarangan ambil langkah yang tidak bijak dan justru akan merugikan negara,” tukasnya.

Indonesia Terlambat Tanggapi Gangguan Pasar Modal

Sebelumnya, ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih mengungkapkan, bahwa gangguan pasar keuangan di eksternal cukup kuat. Bahkan di pasar spot global rupiah sudah tembus ke level Rp 14.100 per dolar AS, menurut data Reuters.

“Memang kita bisa dianggap telat, jadi potensi koreksinya bisa cukup dalam dan bisa dikhawatirkan. Untuk itu, BI dan semuanya dalam hal ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus stand by,” ujarnya, seperti dilansir dari laman Kontan, Selasa (19/6) kemarin.

Ia juga menyatakan hal yang sama seperti yang diucapkan oleh Rizal Ramli, dimana pemerintah dan BI perlu melakukan koordinasi buyback, untuk menahan harga saham. Hal ini untuk mengantisipasi risiko jika harga saham anjlok pada perdagangan Rabu (20/6), maka intervensi bisa dilakukan baik dari sisi pemerintah maupun Bank Sentral.
“Baiknya ada koordinasi, jadi saham-saham BUMN yang turun biar di buyback. BPJS Kesehatan dan BPJS Tenaga Kerja juga bisa lakukan aksi beli,” jelasnya.

Adapun dampak sentimen negatif selama libur lebaran kemarin, menurut Lana perlu diwaspadai secara seksama. Pasalnya, jika IHSG sukses tembus ke level support terdekat 5.650 maka bukan tidak mungkin akan berlanjut ke 5.500.
“Tapi mudah-mudahan besok sentimen eksternal tidak terlalu dalam, sehingga memungkinkan IHSG mendekati level positif terdekat 6.080,” tutupnya. (FF/el)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...