Pertamina: Pengecer Elpiji 3Kg Jangan Naikkan Harga Terlalu Tinggi

KONFRONTASI-Menindaklanjuti keluhan sejumlah warga Kota Madiun, Jawa Timur, atas tingginya harga elpiji bersubsidi ukuran tabung 3 kilogram di pasaran, Tim Pertamina, Disperindag, dan Hiswana Migas telah melakukan pengecekan langsung di lapangan sampai ke tingkat pangkalan sebagai lembaga penyalur resmi. Hasil dari pengecekan tersebut, harga jual di Pangkalan masih sesuai harga eceran tertinggi yang ditetapkan yaitu sebesar Rp 16.000,- / tabung.


Baca: Warga Keluhkan Harga Elpiji Bersubsidi Pasca Lebaran


"Stock Elpiji 3kg bersubsidi di Pertamina dalam kondisi aman, begitu pula di Agen maupun pangkalan yang berada di wilayah kota Madiun stock juga cukup tersedia dan penyaluran Elpiji 3kg bersubsidi juga dalam kondisi lancar sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," demikian disampaikan pihak Pertamina dalam rilisnya..

Untuk bulan Agustus 2016 akan dilakukan penambahan penyaluran Elpiji 3kg bersubsidi kurang lebih sebanyak 9% dari rata-rata pasokan normal sebesar 208 ribu tabung per bulan.

Pihak Pertamina juga menegaskan, pengecer bukanlah lembaga penyalur Elpiji 3kg bersubsidi yang resmi. Dan apabila pengecer ingin berpartisipasi melayani masyarakat dalam tugas mulia menyalurkan Elpiji 3kg bersubsidi, Pertamina menghimbau agar tidak menaikkan harga terlalu tinggi atau berlebihan, karena hal tersebut tentunya dapat menyebabkan keresahan dan panic buying di masyarakat.

Sebagai jaminan kualitas dan harga yang tepat sesuai HET, Pertamina menghimbau dan mengharapkan masyarakat untuk mendapatkan Elpiji 3 kg bersubsidi di pangkalan LPG, ataupun SPBU Pertamina. Saat ini Elpiji 3 kg bersubsidi tersedia di lebih dari 330 pangkalan, dan 6 SPBU Pertamina di Kota Madiun telah melayani.

Masyarakat juga dihimbau untuk ikut serta mengawasi distribusi Elpiji 3kg bersubsidi di lapangan, jika menemukan indikasi penyimpangan, masyarakat dapat menginformasikan di Contact Pertamina 1500 000 atau langsung melaporkan ke aparat.

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...