21 November 2017

Pertalite Makin Populer Dibanding Premium, Lebih Hemat Tarikan Mesin Enteng

KONFRONTASI -  Pertalite sering disebut-sebut sebagai penengah antara premium dengan pertamax --khusus di Batam pertamax plus.

Disebut penengah karena memiliki level research octane number (RON) 90, sedangkan premium memiliki RON 88.

Dari sisi harga juga tidak berbeda jauh dengan premium.

Dengan RON 90, Pertalite tentu saja memiliki kualitas yang lebih bagus dari premium.

Pertalite membuat pembakaran pada mesin kendaraan dengan teknologi terkini lebih baik dibandingkan dengan premium.

Bahan bakar berwarna hijau itu sesuai untuk digunakan kendaraan bermotor roda dua hingga kendaraan multi purpose vehicle (MPV) ukuran menengah.

Karena itulah Pertalite menjadi idola baru bagi pengguna kendaraan.

Secara nasional posisi Juni 2017, penggunaan premium 36.4 persen, pertalite 44.8 persen, pertamax 18 persen, turbo 0.8 persen, dari total konsumsi gasoline.

Tadinya pangsa pasar premium masih berada di angka 85 persen pada tahun 2014, namun saat ini sudah menurun ke 36.4 persen.

Artinya, Pengguna kendaraan bermotor kini mulai sadar kadar bahan bakar yang sesuai untuk kendaraannya.

Pengguna kendaraan bermotor juga banyak yang beralih ke Pertalite setelah menyadari bahwa ternyata konsumsi kendaraan jauh lebih hemat.

 Selain penggunaannya yang lebih irit, tenaga yang dihasilkan pertalite dan pertamax jauh lebih besar dibandingkan premium.

Baca: BBM Oktan Rendah Sebabkan Deposit Karbon di Mesin

Ini keunggulan pertalite dibanding premium:

1.Durability

Pertalite dapat dikategorikan sebagai bahan bakar kendaraan yang memenuhi syarat dasar durability/ketahan.

Pertalite tidak akan menimbulkan gangguan serta kerusakan mesin, karena kandungan oktan 90 lebih sesuai dengan perbandingan kompresi kebanyakan kendaraan bermotor yang beredar di indonesia.

Kandungan aditif detergent, antikorosi, serta pemisah air pada pertalite akan mengahambat proses korosi dan pembentukan deposit di dalam mesin.

2. Fuel economy

Kesesuaian oktan 90 pertalite dengan perbandingan kompresi, kebanyakan kendaraan beroperasi sesuai dengan rancangannya.
Perbandingan Air Fuel Ratio yang lebih tinggi pada konsumsi bahan bakar menjadikan kinerja mesin lebih optimal dan efisien untuk menempuh jarak lebih jauh.

Sehingga, biaya operasi bahan bakar dalam Rp/kilometer akan lebih hemat.

3. Performance

Kesesuaian angka oktan pertalite dan aditif yang dikandungnya dengan spesifikasi mesin akan menghasilkan performa mesin yang jauh lebih baik dibandingkan ketika menggunakan oktan 88.

Hasilnya adalah tarikan lebih enteng, kecepatan yang lebih tinggi serta emisi gas buang yang lebih bersih.

Hal ini akan menjadikan kendaran lebih lincah dalam bermanuver serta lebih ramah lingkungan.(Juft/Trbn)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...