Perkuat Pasar Mi Instan di Timur Tengah, Indofood Beli Pinehill Rp45 Triliun

Konfrontasi - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sepakat membeli Pinehill Company Ltd. Nilai akuisisi tersebut mencapai 2,998 miliar dolar AS atau setara Rp45 triliun.

Kesepakatan transaksi antara ICBP dan Pinehill Company Ltd tersebut dituangkan dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat antara Indofood dengan Pinehill Corpora Ltd yang menguasai 51 persen saham dan Steele Lake Ltd yang menggenggam 49 persen saham. Transaksi tersebut merupakan kombinasi antara transaksi afiliasi dan nonafiliasi.

Transaksi ICBP dengan Pinehill Corpora Ltd tergolong transaksi afiliasi karena Anthony Salim selaku Direktur Utama Indofood memiliki 49 persen saham perusahaan tersebut, 8,3 persen dimiliki kerabat Anthony Salim, dan 42,7 persen dimiliki oleh pihak ketiga independen.

Sementara transaksi dengan Steele Lake dinilai transaksi nonafiliasi karena reksa dana yang dikelola ASM Telok Ayer Fund itu tak terkait dengan Anthony Salim. Pengelola aset yang memiliki lisensi di Hong Kong itu juga memiliki saham pada salah satu perusahaan yang dimiliki Anthony Salim, namun Indofood menilai tak masuk kategori afiliasi.

"Harga pembelian seluruh saham perusahaan target (Pinehill Company Ltd) telah disepakati sebesar $ 2.998.000.000, dolar AS," kata Gideon A Putro, Corporate Secretary ICBP, Sabtu (23/5/2020).

Pinehill Company Ltd diketahui bergerak di bidang produksi dan distribusi mi instan, terutama di Timur Tengah di samping Afrika dan Eropa Timur. Secara spesifik, ada delapan negara yang menjadi pasar yaitu Saudi Arabia, Nigeria, Mesir, Turki, Serbia, Ghana, Maroko, dan Kenya.

Perusahaan tersebut, kata Gideon, memiliki 12 pabrik dengan kapasitas produksi 10 miliar bungkus per tahun. Pada 2019 lalu, penjualan mi instan merek 'Indomie' di delapan negara itu mencapai 533,5 juta dolar AS dengan perolehan laba sebelum pajak sebesar 125 juta dolar AS.

"Per 31 Desember 2019, total nilai ekuitas konsolidasi dari Target Group adalah sekitar 246,3 juta dolar AS, kas dan setara kas berjumlah 67,5 juta dolar AS, dan tidak memiliki pinjaman bank," ujar Gideon.

Gideon menyebut, kesepakatan transaksi diteken kedua belah pihak pada Jumat (22/5/2020). Rencananya, transaksi ini akan dibawa dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang rencananya digelar pada 28 Agustus 2020. Perjanjian ini berlaku hingga akhir tahun.

ICBP akan menggunakan kas internal perseroan sebesar 300 juta dolar AS untuk memenuhi transaksi. Sementara sisanya akan dibiayai dari fasilitas pinjaman perbankan. Saat ini, kata Gideon, ICBP tengah berdiskusi dengan kreditur potensial untuk mengajukan pinjaman. (inws/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA