20 June 2019

Pergerakan Bursa Eropa, Sektor Finansial Merah, Indeks Stoxx Ditutup Melemah

KONFRONTASI -  Bursa sahsam Eropa kembali tergelincir pada perdagangan Kamis (21/3/2019), terbebani oleh sektor finansial dan penurunan tajam perusahaan kacamata Prancis-Italia EssilorLuxottica.

Indeks di Frankfurt, Madrid, Dublin dan Paris seluruhnya melemah, namun di London, lonjakan saham energi dan pelemahen poundsterling mendorong indeks FTSE 100 naik 0,9% ke level tertinggi dalam lebih dari lima bulan.

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,4% ke level 380,69, tertekan oleh sektor perbankan menyusul perubahan dalam kebijakan bank sentral AS dan peringatan dari UBS Swiss mengenai investasi perbankan.

Ketegangan antara faksi Prancis dan Italia di EssilorLuxottica menekan harga saham  emiten dan ditutup melemah 6,55$, sedangkan emiten bahan kimia Bayer merosot.

"Hari ini menjadi sesi yang berantakan dengan sikap dovisih The Fed semalam, keraguan kesepakatan perdagangan AS-China, dan perkembangan Brexit selama 24 jam terakhir," kata Connor Campbell, analis Spreadex, seperti dikutip Reuters.

"FTSE jelas mendapat manfaat dari pelemahan pound sterling, terutama terhadap dolar dan fakta bahwa saham komoditas utama mencatat kinerja positif," kata Campbell.

Saham-saham perusahaan pertambangan yang terdaftar di London, BHP dan Rio Tinto masing-masing naik lebih dari 1,5%, sementara perusahaan minyak dan gas BP PLC dan Royal Dutch Shell menguat lebih dari 1%.

Sementara itu, bursa saham Italia ditutup menguat 0,2% lebih tinggi dan produsen chip di seluruh Eropa didorong oleh prospek yang optimis dari Micron Technology pada hari Rabu. Infineon naik lebih dari 1%, sementara STMicro melonjak 4,4%.

Sejumlah analis menekankan harapan jangka panjang ke pasar saham pasar baik dati The Fed dan langkah ECB untuk menghentikan atau bahkan membalikkan pengetatan moneter.

"Dengan sikap dovish seperti yang telah terjadi, The Fed mungkin menciptakan kondisi yang lebih baik untuk ekuitas, untuk sentimen bisnis agar mencatat kinerja yang lebih baik dan ini mungkin berlanjut di zona euro," kata John Davies, analis suku bunga negara G10 di Standard Chartered Bank.

"Terhadap latar belakang ini ada juga Brexit, yang mencapai momen paling tegang saat ini," lanjutnya.

Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan Perdana Menteri Inggris Theresa May pada hari Kamis bahwa Inggris akan menghadapi proses keluar yang tidak teratur dari Uni Eropa jika ia gagal mendapatkan persetujuan parlemen untuk kesepakatannya pada upaya ketiga minggu depan.(Jft/Bisnis)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...