Pengaruh Eksternal dan Internal jadi Penyebab Lemahnya Rupiah

Konfrontasi - Rupiah nyaris menyentuh Rp14 ribu per dolar AS belum lama ini. Pegiat Ekonomi Fahmi Idris menyebut ada beberapa faktor penyebab hal itu terjadi.

"Ada perpaduan yang menekan nilai tukar kita, baik eksternal dan internal," kata Fahmi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 3 Maret 2018.

Pertama yakni pengaruh sistemik dari kebijakan superpower. Bank sentral AS memiliki rencana untuk menaikkan fed fund rate. Kenaikan itu didongkrak minimal tiga kali bahkan empat kali selama 2018. 

"Dari internal, ekspor kita melemah," imbuh Fahmi.

Senada, Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional Arif Budimanta menyebut neraca perdagangan Indonesia sejak Januari 2018 tengah lesu. Salah satu penyebabnya karena tekanan dari harga minyak yang terdongkrak. 

"Untuk itu, sudah tepat strategi Presiden dalam penguatan fundamental ekonomi kita untuk meningkatkan ekspor," kata Arif.

Langkah kedua yakni menjaga harga barang, khususnya pangan, agar lebih stabil. Sebab hal ini sangat berimplikasi ke inflasi, sebagai penyumbang naiknya nilai tukar rupiah. 

"Kita menghadapi dua tekanan, nilai tukar dan produksi yang tinggi yang datang dari harga minyak yang meninggi," sebut Arif.

Terakhir, untuk menyiasati nilai tukar, Indonesia perlu merumuskan obligasi pasar lokal atas harga listrik. Sebab faktor tersebut bisa melawan tingginya nilai harga beli minyak. Melalui harga rendah batu bara bagi pembangkit listrik di dalam negeri. 

"Kita punya banyak tambang batubara, sudah sewajarnya untuk kepentingan rakyat maka harus ada harga domestik untuk membantu industri dalam negeri," tandas Arif. (mtv/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA