27 February 2020

Pemkot Bekasi Tunggu Izin Pertamina Olah Dua Sumur Gas

Konfrontasi - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi ingin mengolah dua sumur gas alam dengan potensi sebesar 5-6 Million Metric British Thermal Unit (MMBTU). Pemkot masih terganjal izin kelola dari pihak PT Pertamina.

Direktur Umum Perusahaan Daerah Migas Kota Bekasi Syarif mengatakan dua sumur yang sekarang sedang dikerjakan, sebenarnya sudah siap memenuhi pasokan gas. Namun, pihak PT Pertamina selaku pemegang kuasa atas lahan serapan gas ini belum juga mengeluarkan izin tersebut.

”Kami masih menunggu surat izin dari PT Pertamina,” kata Syarif.

Kedua sumur gas yang dimiliki Pemerintah Kota Bekasi terletak di Jatiraden dan Jatiranggon, Kecamatan Jatisampurna. Diperkirakan pasokan gas yang sudah siap dialirkan ini akan bertahan hingga 15 tahun ke depan.

Syarif mengatakan, pihaknya sudah melayangkan permintaan  izin tersebut kepada PT Pertamina sejak 2011. Namun, hingga sekarang belum juga diterbitkan izin tersebut.

Jika dua sumur gas itu sudah beroperasi, sambung Syarif, maka Kota Bekasi dipastikan mendapatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari gas alam.

Dia menambahkan, perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kota Bekasi dengan PT Pertamina, diatur pembagian 60 persen untuk Kota Bekasi, 20 persen untuk PT Pertamina, dan 20 persen untuk internal pengelola perusahaan.

Keberadaan kedua sumur gas itu, bermula dari kelompok investor Jepang pada 1980 melakukan penyisiran sumber minyak di wilayah itu. Namun, saat itu hanya ditemukan sumur gas.

”Investor itu meninggalkan lokasi sumber bumi itu, lalu Pemerintah Kota Bekasi mengusulkan untuk melakukan pengelolaan,” katanya.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...