Pembebasan Lahan Tol Bawen-Semarang Sudah 97 Persen

Konfrontasi - Pembebasan lahan yang terkena proyek jalan tol Semarang-Solo seksi III Bawen-Salatiga belum tuntas. Hingga kemarin, progres pembebasan lahan yang terkena mega proyek tersebut di wilayah Kota Salatiga telah mencapai 97 persen.

Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) jalan tol Semarang-Solo seksi III Bawen-Salatiga, Heru Budi Prasetya menjelaskan, jumlah bidang tanah di Salatiga yang terkena pembangunan jalan tol sebanyak 235 bidang. Dua bidang di antaranya belum terbebaskan.

“Dua bidang tanah tersebut berada di Kecamatan Sidorejo dan Tingkir. Kendalanya lebih bersifat teknis administrasi bukan hal lain,” katanya seusai penyerahan sertifikat tanah warga yang terkena proyek tol ruas Bawen-Salatiga di Ruang Sidang II Pemkot Salatiga.

Menurut dia, saat ini pembebasan lahan jalan tol ditangani oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Salatiga. Dengan demikian, pembebasan dua bidang tanah tersebut menjadi kewenangan BPN Salatiga.

“Segala sisa urusan dan aturannya dilaksanakan sepenuhnya oleh instansi tersebut. Termasuk juga kendala-kendala yang terjadi di Kabupaten Semarang hingga saat ini yang belum terbebaskan, yakni lahan warga maupun tanah eks bengkok desa itu menjadi kewenangan BPN Kabupaten Semarang,” ucapnya.

Dia merinci hingga 2015 pembebasan lahan di Salatiga telah terselesaikan sebanyak 232 bidang. Luas total mencapai 139.838 meter persegi. Adapun uang yang telah serahkan sebagai ganti rugi totalnya sekitar Rp56 miliar.

“Yang belum selesai dan sedang diurus oleh BPN Kota Salatiga sebagai instansi berwenang yakni dua bidang yang luasannya 1.004 meter persegi dan nilai ganti rugi sekitar Rp374 juta. Belum terbebaskan pun bukan karena ditolak si pemilik lahan. Hanya karena administrasi. Bukti pemilikan belum sesuai dan itu harus terselesaikan terlebih dahulu,” jelasnya.

Terkait penyerahan sertifikat tanah warga yang terkena proyek tol ruas Bawen-Salatiga, Heru menjelaskan pada acara ini TPT menyerahkan 18 sertifikat hasil splitzing. Sertifikat tersebut secara simbolis diserahkan kepada pemiliknya secara simbolis oleh Wali Kota Salatiga, Yuliyanto.

“Kami serahkan secara simbolis sebanyak 18 sertifikat warga terdampak proyek tol. Dapat kami klaim, secara teknis di megaproyek sepanjang 17,8 kilometer sudah berjalan baik dan diyakini bisa selesai sesuai target termasuk pula dapat digunakan pemudik di arus lebaran 2016 nanti,” paparnya.

Sementara itu, Wali Kota Salatiga Yuliyanto bersyukur dan mengklaim apabila proses pembebasan serta pengadaan tanah keperluan megaproyek Jalan Tol Trans Jawa di Kota Salatiga lebih baik dibandingkan kota lainnya, seperti Kabupaten Semarang yang berada di proyek Seksi III Bawen-Salatiga dan Seksi IV Salatiga-Boyolali.

“Kami bersyukur, masyarakat khususnya yang lahan maupun bangunannya terdampak proyek tol sudah sangat memahami, mengerti, dan proaktif dalam mendukung program pembangunan jalan tol. Sehingga pelaksanaan pembebasan lahan jalan tol Salatiga lebih baik dari daerah lain termasuk hak-hak yang diperoleh mereka yang telah tercantum dalam Undang- Undang Nomor 2 Tahun 2012,” ucapnya. (oke/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA