Pembangunan Tujuh Tapak Tower PLTU Tenayan Raya Terkendala Pembebasan Lahan

Konfrontasi - Manajemen PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau menyatakan, saat ini dari 30 tapak tower untuk jaringan koneksi PLTU 2x110 Mega Watt (MW) Tenayan Raya, Pekanbaru, tersisa tujuh tapak yang belum dibangun karena terkendala pembebasan lahan.

"Sebanyak 23 tapak tower sudah dibangun dan tinggal tujuh tapak tower lagi yang dikejarkan penyelesaiannya," kata General Manager PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) Doddy Benjamin Pangaribuan kepada Antara di Pekanbaru, Selasa (16/12).

Doddy mengatakan, tujuh tapak tower tersebut sejauh ini masih menemukan kendala dengan masyarakat yang memiliki lahan tersebut.

"Mereka meminta uang ganti rugi yang tidak sesuai dengan anggaran yang telah disetujui oleh tim penilai. Kondisi ini yang kemudian merepotkan kami," katanya.

Harga yang dipatok terlalu tinggi itu menurut Doddy membutuhkan mediasi secara intens.

"Karena jika malah disetujui, tentu akan menimbulkan persepsi buruk. Bisa jadi ada yang menyangka 'kongkalikong' atau sebagainya. Makanya jangan sampai terjadi yang seperti ini," kata Doddy yang enggan menyebutkan nilai tanah untuk pembangunan tower tersebut.

Mengenai pembebasan lahan milik pemerintah daerah yang sebelumnya juga sempat terjadi, Doddy mengakui hal itu telah dapat diselesaikan.

"Saat ini kendalanya pada tujuh titik pembangunan tower tersebut. Kemi mengharapkan masyarakat dapat mendukung pembangunan PLTU Tenayan Raya ini, salah satunya dengan tidak mematok harga tanah yang berlebihan," kata dia.

Doddy mengatakan, selama ini proyek PLTU memang telah menemukan banyak masalah.

"Belum tahu kedepannya. Karena ini masih tahap pembebasan lahan untuk tapak tower. Belum ketika pembangunan towernya nanti. Bisa-bisa ada persoalan lagi, mungkin..," katanya. (akl/ar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...