Pegadaian Simpan 60 Ton Emas Pelanggan

Konfrontasi - PT Pegadaian (Persero) saat ini menyimpan 60 ton emas milik masyarakat. Besarnya jumlah itu menunjukkan bahwa emas masih menjadi investasi paling favorit dibandingkan instrumen lainnya.

Kepala Departemen Operasi Divisi Produk Emas Pegadaian, Heri Prasongko mengatakan emas menjadi investasi paling menjanjikan untuk masa depan. Emas menjadi komoditas yang paling banyak dititipkan ke Pegadaian daripada berlian, surat berharga, dan lainnya.

"Hampir 90 persen (barang) yang disimpan di kami adalah emas. Emas yang dipercayakan masyarakat kurang lebih 60 ton saat ini. Itu jumlah besar dan kepercayaan yang besar. Masyarakat Indonesia itu sangat besar melakukan investasi emas ditandai dengan banyaknya emas disimpan di pegadaian, kata Heri dalam diskusi Sindo Media bertajuk 'Emas Sebagai Penjaga Ketahanan Perekonomian' di Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Heri mengatakan, emas memilik keunggulan dibanding instrumen lain. "Emas nilainya cenderung naik, secara fluktuatif kalau berbicara jangka pendek maka sekitar 1-2 bulan terlihat turun, namun disimpan jangka panjang maka akan naik," katanya.

Selain itu, kata dia, emas juga merupakan barang yang mudah dijual maupun dijadikan jaminan saat membutuhkan uang dalam waktu yang cepat. Lalu, emas memiliki ketahanan yang sangat lama. Apabila disimpan lama, emas tak mengalami karat.

"Emas mudah disimpan dan dibawa kemana mana. Kalau 500 gram itu bentuknya kecil, saya kantongi orang lain enggak bisa lihat kalau saya bawa barang sekitar Rp300 juta," ujarnya.

Emas, kata Heri, juga tahan terhadap inflasi. Tak heran, masyarakat kerap menjadikan emas sebagai 'tabungan' naik haji.

"Kalau menyimpan emas untuk naik haji, untuk bisa naik haji pada tahun 2005 itu bisa Rp25-26 juta. Kalau sekarang Rp35 juta. Itu butuh 191 gram emas (pada tahun 2005), kalau saat ini Rp35-36 juta dengan harga kisaran emas Rp700.000 itu hanya membutuhkan 50 gram aja," tuturnya. (inws/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...