9 December 2019

Pangdam IM Minta Petani Aceh tidak Alih Fungsi Lahan

Konfrontasi - Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayjen TNI Agus Kriswanto memintakan masyarakat petani di 23 Kabupaten/kota di Aceh agar tidak melakukan alih fungsi lahan demi tercapainya percepatan program swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional.

"Khusunya kepada petani di Aceh Barat ini agar tidak mengalihkan fungsi lahan dan terus belajar ilmu pertanian kemudian terus berkerja, semangat, kita dari TNI terus mendorong dan meng beck-up pemerintah serta petani," katanya di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Selasa (4/8).

Pernyataan tersebut disampaikan disela-sela mendampingi kunjungan rombongan Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman meninjau pembangunan bendungan Irigasi Lhok Guci di Gampong (desa) Seumantok, Kecamatan Pante Ceureumen.

Pangdam IM Mayjen TNI Agus Kriswanto mengatakan, TNI Kodam IM terus mendukung tercapainya program swasembada pangan dan ketahanan pangan Indonesia dengan melibatkan semua personil bawahan sampai ke Babinsa.

Kata Pangdam IM, dengan tuntasnya pembangunan irigasi primer dan sekunder pada bendungan Irigasi Lhok Guci akan sangat membantu meringankan tugas TNI sendiri dalam pencapaian program swasembada pangan di wilayah setempat.

"Personel Kodam Iskandar Muda, sampai ke bawah Korem, Kodim, Babinsa sangat mendukung, irigasi ini sangat membantu dan kita mendukung agar pembangunan bendungan dan irigasi ini berjalan lancar, sehingga meringankan tugas TNI dalam mendukung program swasembada pangan," tegasnya.

Senada juga disampaikan Bupati Aceh Barat H T Alaidinsyah, telah ada sekitar 1.000 hektar lahan sawah petani dialih fungsikan masyarakat menjadi kebun sawit dan kebun kakao (coklat) sehingga terjadi penciutan lahan dikawasan itu.

"Alih fungsi lahan ada namun terus kita cegah, sudah ada peralihan 1.000 hektar, tapi sekarang sudah dibuang, kalau irigasi ini sudah selesai yang sudah dialih fungsi kita kembalikan. Kalau tidak percuma saja ada irigasi besar dibangun mahal. Pengorbanan pemerintah selama ini sia- sia saja kalau lahan dialih fungsikan masyarakat," tegas dia.

Alaidinsyah menjelaskan, kabupaten itu memiliki luas area tanam mencapai 22.361 hektare dan luas panen 15.959 hektare dengan produksi 83,227 hektare, sementara produktivitas 5,8 ton/hektare.

Pada tahun-tahun mendatang dengan adanya dukungan Irigasi Lhok Guci di Kecamatan pante Ceureumen dapat mengaliri air ke sawah petani dalam lima kecamatan sehingga tercukupi area sawah tersedia 18.542 hektare.

Ditargetkan untuk luas area dimiliki harus tercapai 128.000 ton gabah kering dengan realisasi produktivitas tanaman padi diatas rata-rata target RPJM 4,5 ton/hektar, sehingga mampu menyumbang untuk Aceh dan nasional.

"Selama ini produksi kita sudah melewati dari RPJM, sudah mampu 5,8 ton/hektare, namun kita tidak berpuas karena dengan tuntasnya irigasi teknis ini akan semakin membantu peningkatan produktivitas tanaman padi dan bertambahnya area sawah baru di Aceh Barat,"katanya menambahkan. (akl/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...