16 December 2019

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Hari Ini, Senin (13-05-2019)

KONFRONTASI -   Nilai tukar rupiah tergelincir dari penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini, Senin (13/5/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau dibuka terdepresiasi 8 poin atau 0,06 persen di level Rp14.335 per dolar AS.

Rupiah tergelincir setelah mampu berakhir terapresiasi 33 poin atau 0,23 persen di level Rp14.327 per dolar AS pada perdagangan Jumat (10/5), seiring dengan pelemahan dolar AS.

Pada perdagangan Jumat (10/5), indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, ditutup melemah 0,04 persen atau 0,043 poin di level 97,330.

Pergerakan indeks dolar kemudian terpantau lanjut turun 0,02 persen atau 0,017 poin ke level 97,313 pagi ini, Senin (13/5), setelah dibuka dengan pelemahan 0,03 persen atau 0,030 poin di posisi 97,300

Bagaimana pergerakan rupiah selanjutnya terhadap dolar AS hari ini? Simak di Bisnis.com secara live.

 

 
09:07 WIB

Pukul 08.33 WIB: Kurs Rupiah Melemah 21 Poin

Nilai tukar rupiah melemah 21 poin atau 0,15 persen ke level Rp14.348 per dolar AS, saat indeks dolar AS turun tipis 0,022 poin atau 0,02 persen ke posisi 97,308.

 
08:15 WIB

Kurs Rupiah Dibuka Terdepresiasi 8 Poin

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah tergelincir dari penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini, Senin (13/5/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau dibuka terdepresiasi 8 poin atau 0,06 persen di level Rp14.335 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini, Senin (13/05/2019) diprediksi diperdagangkan melemah dengan kisaran Rp14.200 per dolar AS hingga Rp14.460 per dolar AS.

Analis PT Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan mengatakan ketidakpastian pasar akibat sentimen perang dagang AS- China, akan menjadi katalis negatif bagi aset berisiko yang cenderung akan dihindari pasar, termasuk rupiah.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim  memprediksi rupiah ditransaksikan di level Rp14.275 per dolar AS hingga Rp14.430 per dolar AS.

Dia menjelaskan bahwa rilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal I/2019 telah membebani pergerakan rupiah kali ini.

Bank Indonesia mencatat NPI surplus US$2,4 miliar dan defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) adalah US$7 miliar atau 2,6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Rupiah berhasil ditutup menguat pada perdagangan Jumat (10/5/2019) seiring indeks dolar AS yang melemah akibat data inflasi AS yang lebih rendah daripada ekspetasi pasar.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Jumat (10/5/2019) rupiah ditutup menguat 0,23 persen atau terapresiasi 34 poin di level Rp14.327 per dolar AS, menjadi mata uang dengan kinerja terbaik kedua di Asia setelah Thailand. Secara year to date, rupiah masih bergerak menguat 0,440 persen..(Jft/Bisnis)

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...