16 July 2018

Neoliberalisme Sri Mulyani Terbukti Gagal, Saatnya Menguji Konsep Ekonomi Konstitusi Rizal Ramli

KONFRONTASI -Pengamat kebijakan publik Ichsanuddin Noorsy menilai, ada saatnya ekonom seperti Sri Mulyani diinginkan dan ada saatnya juga ekonom seperti Rizal Ramli (RR) dibutuhkan. Pernyataan Noorsy terkait rencana Presiden Jokowi yang berencana akan merombak tim ekonominya di kabinet.

"Ada saat Sri Mulyani, ada saatnya juga ekonom seperti RR dibutuhkan. Maka, soalnya adalah situasi kondisi yang dihadapi, waktu dan resep yang disajikan untuk mengatasi situasi pada saat dan di tempat yang tepat," ujarnya, Senin (6/7/2015).

Dikatakan, situasi perekonomian saat ini menghadapi lima masalah besar. Yang pertama adalah soal ketergantungan investasi asing. Kemudian soal tidak terstrukturnya sumberdaya dengan pusat-pusat produksi dan jalur logistik.

Hal yang ketiga adalah mengenai pasar yang dominan dikuasai asing dan defisit neraca berjalan yang dibayang-bayangi defisit neraca modal. Dan yang terakhir soal ketimpangan struktural, sektoral, regional, sosial dan intelektual.

"Lima masalah ini justru produk Mafia Berkeley yang di dalamnya ada SMI. Apakah sosok yang menjadi penyebab bisa memberikan resep penyembuhan? Belajar dari jatuh bangunnya materialis-kapitalisme, persoalannya tidak pernah bergeser," ujarnya.

Ditegaskan, perekonomian yang dibangun gagal mengangkat harkat martabat manusia sebagaimana dibuktikan antara lain oleh Stiglitz, Krugman dan T Piketty.

"Belajar dari pengalaman, RR yang pernah di kabinet era Presiden Abdurrahman Wahid perlu ditantang, apakah dia mampu mengatasi perekonomian Indonesia yang sudah terjajah selama hampir 50 tahun? RR perlu diuji apa konsep dan resepnya guna mewujudkan ekokomi konstitusi," tegas Ichasanuddin Noorsy.(mr/tribun)

Category: 
Loading...