20 June 2018

Mendag ke Pedagang: Harga Turun Boleh, Naik Tidak Boleh

KONFRONTASI - Menteri Perdagangan (Mendag) RI Enggartiasto Lukita menekankan pedagang kebutuhan pokok di Kota Palu agar tidak seenaknya mempermainkan harga dengan menaikkan harga kebutuhan pokok sesuka hati.

Mendag Enggar dalam kunjungan kerjanya di Palu, Senin, mengatakan, daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok jelang hari raya Idul Fitri di Kota Palu dimanfaatkan pedagang untuk menaikkan harga seenaknya.

Sementara ketersediaan kebutuhan pokok di kalangan pedagang dan produsen atau distributor cukup.

Oleh karenanya, dalam dialog dengan pedagang di Pasar Masomba, Enggar mengatakan pemerintah menetapkan ambang batas harga terendah dan ambang batas harga tertinggi pada kebutuhan pokok yang dijual kepada masyarakat.

"Ambang batas bawah itu supaya peternak, layer segala macam itu tidak rugi. Tetapi nggak boleh terlalu tinggi. Ini baru pertama kali. Nanti ke depan kami akan jaga betul batasan nya sehingga orang dagang pun sudah pasti dia untung tapi untungnya nggak boleh banyak-banyak karena kalau kebanyakan yang dirugikan masyarakat," jelas Enggar di depan para pedagang.

Enggar mencontohkan harga cabai keriting yang dijual pedagang tidak boleh melebihi ambang batas tertinggi yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp45 ribu dan ambang batas terendah yakni antara Rp25 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.

Minyak goreng curah pun demikian. Ambang batas harga tertinggi yang dijual pedagang tidak boleh melewati antara Rp11 ribu sampai Rp12 ribu.

Selain itu Enggar menuturkan bahan pokok utama masyarakat di Indonesia termasuk di Sulawesi Tengah adalah beras sehingga beras tidak boleh dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Harganya turun boleh, naik tidak boleh. Kalau tidak tersedia maka pemerintah akan menyiapkan. Bulog siap melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga beras supaya masyarakat bisa memperoleh beras dengan harga terjangkau," ujar Enggar.

Dalam kunjungannya ke Kota Palu, Mendag Enggar menyempatkan meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Inpres Manonda dan di Pasar Masomba.

Di dampingi Gubernur Sulteng Longki Djanggola dan Wali Kota Palu Hidayat, Sekretaris Daerah (Sekda) Sulteng Hidayat Lamakarate dan aparat keamanan, Enggar menanyakan harga kebutuhan pokok di lapak dagangan para pedagang di sana.

"Sulteng secara keseluruhan khususnya Kota Palu, Alhamdulillah harganya terkendali dan saya harus sampaikan ini salah satu provinsi dan kota yang tingkat inflasinya rendah. Cuma telur saja yang naik seribu atau Rp2 ribu saja per rak," ucap Enggar.[ian/ant]

Category: 
Loading...