22 July 2018

Mendag Jamin Impor Beras Tak Akan Memiskinkan Petani

Konfrontasi - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita meminta semua pihak tidak memandang negatif keputusannya untuk membuka keran importasi beras. Dia menegaskan, keputusan ini semata demi kepentingan konsumen dan importasi beras dipastikan tidak akan memiskinkan petani.

Dia mengatakan, petani juga merupakan bagian dari konsumen. Sementara kenaikan harga beras yang meroket ini akan meningkatkan laju inflasi, sebab itu keputusan mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton ini dipilih agar harga beras kembali stabil.

"Jangan kita pertentangkan seolah impor akan memiskinkan petani. Petani tetap, dia adalah konsumen. Kenaikan beras yang tinggi itu meningkatkan laju inflasi, karena beras berikan kontribusi terhadap inflasi yang tinggi," katanya saat berbincang dengan media di kantornya, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Kedua, dari hasil peliputan media dan data Kemendag juga menuturkan bahwa petani mengurangi konsumsi berasnya. "Di kampung saya, rakyat makan nasi akik. Apa akan kita biarkan itu? Saya lakukan kebijakan impor untuk mengisi pasar," imbuhnya.

Dia mengatakan, impor bukan sesuatu yang tabu untuk dilakukan. Karena pada dasarnya, dalam perdagangan pasti ada impor dan ekspor. Terlebih, saat ini Indonesia tengah mengalami kekurangan pasokan beras, sehingga impor menjadi jalan keluar temporer untuk membuat harganya kembali stabil.

"Jadi, ini solusi yang temporary sampai kondisi harga stabil dan stok mulai panen. Dengan impor ini, maka sekaligus saya berikan warning kepada seluruh pemain beras jangan pernah menimbun dan menyimpan beras kosong," tutur dia.

Mantan Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) ini juga meminta agar distributor dan pedagang beras tidak melakukan penimbunan, sehingga membuat harga semakin melambung.

"Saya sarankan teman-teman pedagang beras, keluarkan dari gudang dan jangan pernah meng-upgrade harga," jelas dia. (sndo/mg)

Category: 
Loading...