Megaskandal Jiwasraya, Bukti Buruknya Kinerja OJK

KONFRONTASI-Praktisi Hukum asal Medan, Sumatra Utara, Kamaluddin Pane menilai skandal yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya tak lepas dari buruknya kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Terlebih, baru-baru ini Jiwasraya mengaku tak mampu membayar polis nasabah hingga Rp12,7 triliun.

Ia menilai skandal ini membuktikan lemahnya sistem pengawasan dan pengendalian dari lembaga pengawas keuangan pemerintah, OJK.

"Sekalipun kewenangan OJK jelas tercantum dalam Undang-Undang Nomor 21 Nomor 2011, namun faktanya lembaga asuransi Jiwasraya tetap jebol dan merugikan uang masyarakat serta negara," ujarnya, Kamis (26/12/2019).

Lanjutnya, ia mengatakan kasus serupa sebenarnya sudah beberapa kali terjadi. Namun, OJK selalu kebobolan. Ia pun mencontohkan seperti kasus penggelapan dana nasabah Rp 4 triliun di koperasi Pandawa, Depok, Jawa Barat.

Bahkan, sebelumnya juga ada kasus koperasi Cipaganti, yang menghilangkan uang masyarakat mencapai Rp3 triliun. Hingga kasus First Travel, yang menghilangkan uang masyarakat hingga Rp1 triliun.(mr/wareko)

 

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA