Laba Mitra Adi Perkasa Alami Pelonjakan 5 Kali Lipat

KONFRONTASI -   PT Mitra Adi Perkasa Tbk berseri-seri mendapati catatan keuangan sembilan bulan tahun ini. Laba bersih periode berjalan peritel tersebut, naik lima kali lipat lebih ketimbang periode yang sama tahun lalu, menjadi Rp 120,29 miliar.

Kenaikan bottom line tersebut merupakan berkah penutupan 207 gerai. "Kami melakukan beberapa pembenahan, banyak toko-toko rugi yang ditutup dan discontinued," terang Fetty Kwartati, Sekretaris Perusahaan PT Mitra Adi Perkasa Tbk kepada KONTAN, Kamis (27/10).

Pilihan Mitra Adiperkasa memang gerai-gerai yang dianggap tak cuan. Itu adalah strategi perusahaan berkode saham MAPI di Bursa Efek Indonesia tersebut memangkas beban operasional.

Debenhams merupakan salah satu merek yang terkena kebijakan penutupan gerai. Hanya saja, Mitra Adiperkasa tak membeberkan detail jumlah dan lokasi gerai Debenhams yang ditutup.

Selain Debenhams, Mitra Adiperkasa juga menutup gerai yang menjual produk fesyen, peralatan olah raga dan mainan anak-anak. Hanya saja, perusahaan tersebut tak membeberkan merek-merek gerai yang dimaksud. Yang pasti, tak satupun dari ratusan gerai yang tutup tahun ini berupa gerai Burger King atau Domino's Pizza.

"Gerai yang ditutup itu tidak ada hubungannya saham BK (Burger King) dan Domino," tandas Fetty.

Mengingatkan saja, pada tahun 2014 Mitra Adiperkasa menjual sebagian saham pengelola Burger King, yakni PT Sari Burger Indonesia dan pengelola Domino's Pizza PT Dom Pizza Indonesia.

Menurut laporan keuangan per 30 September 2016, Mitra Adiperkasa masih memiliki 49% saham Sari Burger dan 33,52% saham Dom Pizza. Mitra Adiperkasa membagi bisnisnya dalam empat lini, yaitu department store, penjualan ritel, kafe dan restoran serta lini bisnis lain-lain.

Debenhams, merupakan satu dari tujuh merek department store di bawah Mitra Adiperkasa. Sementara pada lini bisnis penjualan ritel serta kafe dan restoran, masing-masing terdapat ada 21 merek dan delapan merek.

Masing-masing merek kelolaan Mitra Adiperkasa, beroperasi di bawah anak perusahaan tertentu.

Target gerai baru

Penjualan ritel merupakan kontributor terbesar Mitra Adiperkasa. Hingga kuartal III 2016, penjualan ritel tercatat Rp 7,05 triliun atau setara dengan 68,51% terhadap total pendapatan bersih Rp 10,29 triliun. Sementara total kuartal III 2016 tersebut tumbuh 9,46% ketimbang realisasi pendapatan bersih kuartal III 2015.

Pengungkit pendapatan adalah same store sales growth (SSSG) alias atau pertumbuhan penjualan rata-rata per gerai sekitar 3% Sepanjang tahun ini, Mitra Adiperkasa mengalokasikan dana belanja modal atawa capital expenditure (capex) senilai Rp 600 miliar. Semuanya untuk membiayai pembukaan gerai baru.

Hingga akhir September, realisasi penambahan gerai anyar mencapai 186 gerai. "Kami sudah menggunakan capex sebesar Rp 517 miliar dalam sembilan bulan terakhir ini, sisa capex akan kami gunakan untuk membuka ritel baru," kata Fetty.

Jadi, fokus Mitra Adiperkasa pada sisa triwulan tahun ini adalah melanjutkan ekspansi pembukaan gerai baru. Kalau mengacu pada target awal membuka 200 gerai baru, berarti perusahaan masih harus membuka 14 gerai baru lagi hingga tutup tahun.

Mengenai target kinerja, Mitra Adiperkasa akan berupaya menjaga pertumbuhan pendapatan 10% tahun ini. Tahun lalu, pendapatan bersih sekitar Rp 12,83 triliun. (Juft/Kontan)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...