22 July 2018

Kurs Rupiah 17 Oktober 2017, Spot Melemah 23 Poin

KONFRONTASI -  Berikut adalah berita pergerakan rupiah dari pembukaan hingga penutupan hari ini, pasca menguat dalam transaksi kemarin.

Apresiasi nilai tukar rupiah sukses berlanjut pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Senin (16/10/2017), bahkan saat indeks dolar AS tetap bergerak positif.

Rupiah ditutup menguat 0,16% atau 22 poin di Rp13.476 per dolar AS, setelah dibuka dengan penguatan 0,33% atau 45 poin di Rp13.453.

Sepanjang perdagangan kemarin, rupiah bergerak di kisaran Rp13.451 – Rp13.489 per dolar AS.

Dilansir Bloomberg, rupiah menguat untuk hari ketiga berturut-turut saat investor mencari aset berimbal hasil tinggi setelah data inflasi AS yang lebih lemah dari prediksi membebani imbal hasil obligasi.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia kembali surplus sebesar US$1,76 miliar pada September 2017, setelah nilai ekspor melampaui nilai impor. Surplus ini melanjutkan surplus sebelumnya pada Agustus 2017 sebesar US$1,72 miliar.

Dengan demikian, secara tahun berjalan (year to date/ytd), neraca perdagangan Januari-September 2017 surplus US$10,87 miliar atau lebih tinggi dibandingkan dengan Januari-September 2016.

Kepala BPS Suhariyanto menuturkan surplus ini lebih tinggi dibandingkan dengan bulan lalu karena faktor seasonal yang menekan ekspor dan impor.

"Sementara itu, secara tahunan surplus ini lebih besar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu atau naik 69,5%," papar Suhariyanto, seperti dilansir Bisnis.com.

Rupiah berhasil melanjutkan penguatannya saat mata uang lainnya di Asia terpantau bergerak variatif. Peso Filipina dan rupee India yang masing-masing menguat 0,32% dan 0,29% memimpin penguatan di Asia, sedangkan dolar Singapura yang melemah 0,25% memimpin depresiasi kurs Asia.

Di sisi lain, berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat 0,14% atau 0,132 poin ke 93,223 pada pukul 16.34 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka indeks dolar dibuka dengan kenaikan 0,02% atau 0,018 poin di level 93,109, setelah pada Jumat (13/10) berakhir naik tipis 0,04% di posisi 93,091.

Pada Jumat (13/10), Departemen Tenaga Kerja melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) melonjak 0,5% bulan lalu setelah naik 0,4% pada Agustus. Meski mengalami peningkatan, inflasi pada September lebih kecil daripada prediksi kenaikan sebesar 0,6%.

Peningkatan pada September merupakan yang terbesar dalam delapan bulan, namun sebagian besar berasal dari kenaikan harga bensin setelah terjadi gangguan produksi akibat efek badai terjadi kilang minyak di kawasan pantai teluk. Sementara itu, inflasi yang mendasarinya tetap rendah.

"Sepertinya fase pembelian dalam dolar mungkin akan berakhir," kata Tohru Sasaki, kepala riset pasar di JPMorgan Chase Bank, seperti dikutip dari Reuters.
09:04 WIB
Pukul 08.58 WIB: Spot Melemah 23 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 23 poin atau 0,17% ke level Rp13.499 per dolar AS.
08:04 WIB
Pukul 08.00 WIB: Spot Dibuka Melemah 13 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah 13 poin atau 0,1% ke level Rp13.489 per dolar AS.(Jft/Bisnis)

Category: 
Loading...