28 February 2020

Jumlah Penumpang Kereta Api Turun 2 Juta di 2017

Konfrontasi - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daerah Operasi 1 (Daop 1) Jakarta sepanjang 2017 memberangkatkan penumpang sebanyak 18,5 juta orang.

Jumlah ini lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah penumpang pada 2016 yang mencapai 20,6 juta orang. ”Untuk volume angkutan penumpang di tahun 2017 memang mengalami penurunan dari tahun 2016 sebesar 20,6 juta,” kata Kepala Daop I Jakarta Dadan Rudiansyah dalam jumpa persnya di Jakarta.

Menurut Dadan, para penumpang tersebut naik KA kelas eksekutif, bisnis, ekonomi, KA lokal eksekutif, KA lokal komersial, dan KA lokal nonkomersial. Menurut dia, penurunan ini terjadi karena beberapa faktor, antara lain adanya pengurangan perjalanan kereta api dan perubahan stamformasi KA. 

Meski turun dalam jumlah penumpang, tapi untuk pendapatan dari sisi penumpang mengalami kenaikan 18,7% dibandingkan tahun 2016. Sementara pendapatan PT KAI Daop 1 pada 2017 meningkat sekitar 48% di bandingkan tahun 2016. Pada tahun ini, PT KAI Daop 1 menargetkan volume penumpang sebanyak 17,2 juta. Target tersebut diakuinya memang mengalami penurunan dari pencapaian 2017.

Hal ini karena KA lokal yang dikurangi dan beralih pada KRL commuter sampai ke Cikarang dan Rangkas Bitung. Sedangkan untuk angkutan barang, PT KAI Daop 1 Jakarta pada 2017 mengalami peningkatan sebesar 4% jika dibandingkan tahun 2016. Pada tahun ini ditargetkan mengalami kenaikan pendapatan 29% dengan volume angkutan menembus angka 5,05 ton per tahun.

”Untuk tahun 2017 lalu, volume angkutan barang hanya mencapai angka 3,3 juta ton,” katanya. Dari segi pengoperasian KA, ketepatan waktu untuk pemberangkatan KA mencapai rata-rata 98% dan untuk KA kedatangan rata-rata mengalami keterlambatan 10- 15 menit atau sekitar 16% terlambat tiba. ”Persentase ketepatan waktu pemberangkatan ini mengalami peningkatan dari tahun 2016, yaitu 95%, dan penurunan keterlambatan kedatangan 29 menit,” ujarnya.

Dadan menjelaskan, tahun 2017 terdapat penurunan angka gangguan sarana KA, khususnya sarana kereta. Tercatat terdapat 88 gangguan kereta, 68 gangguan untuk sarana gerbong, dan 39 untuk sarana lokomotif. Sedangkan tahun 2016 terdapat 144 gangguan kereta, 50 gangguan gerbong, dan 68 gangguan lokomotif. 

”Daop 1 Jakarta juga melakukan peremajaan sarana demi meningkatkan kualitas perjalanan KA,” katanya. Pada 2017, PT KAI Daop 1 Jakarta meluncurkannya secara resmi KA Jayakarta Premium yang sebelumnya adalah KA Gaya Baru Malam Selatan (GBMS) tambahan relasi Pasar Senen-Surabaya Gubeng. Kemudian KA Krakatau (relasi Merak-Blitar) menjadi KA Singasari (Pasar Senen-Blitar). (oke/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...